Review Catherine: Full Body

0
82
5/5 (5)

Jagoangame.com – Tidak banyak game menawarkan cerita yang nakal seperti Catherine: Full Body. Di luar dugaan, meski dengan gameplay yang sederhana, game ini mampu menciptakan komposisi yang menarik.

Sebagai sebuah reboot dari game klasik miliknya, Atlus kini membawa banyak pembaharuan menarik, serta karakter baru di Catherine: Full Body. Terpaut 7 tahun dari game pertamanya bertajuk Catherine, kini Vincent bakal kembali mengarungi pilihan sulit sambil terjebak di petualangan mimpinya yang berbahaya.

Baca Juga :

Penasaran sama beberapa kekuatan menarik yang ada di Catherine: Full Body? Simak ulasan dari KINCIR berikut ini!

PLOT

Cerita dalam Catherine: Full Body masih mempertahankan “kedewasaan” yang terkesan nakal. Oleh karenanya, game ini mengantarkan pesan penting yang dibalut dengan fragmen cerita nakal.

Sama seperti beberapa seri sebelumnya, Vincent bakal bertemu Catherine, Katherine, dan seorang karakter baru bernama Qatherine yang dia kenal dengan nama Rin. Rin adalah seorang tokoh yang Vincent selamatkan dari suatu hal misterius dan menjadi pemain piano tetap dari bar Stray Sheep. Semua bakal balik lagi kepada pemain untuk memilih mana ‘waifu’ yang pantas bersanding sama Vincent.

Ditengah cerita cinta Vincent, pilihan Rin semakin membingungkan atau malah memperparah lelaki tersebut! Misteri tentang kehidupannya dan bahkan sampai siapa sebenarnya Rin menjadi daya tarik utama dari Catherine: Full Body!

Letak cerita cinta segi empat yang ada di dalam game ini menjadi garis besar yang bakal kita temukan. Kalau kalian berharap sama aksi atau mekanik lincah yang menantang, maka game ini enggak bakal memuaskan hasrat kalian. Justru kalian bakal disuguhkan sama momen-momen yang cukup mengagetkan.

Catherine: Full Body Tanpa Sensor

Sebuah perubahan kebijakan yang memancing tanda tanya besar, kalimat ini sepertinya tepat untuk menjelaskan aksi sensor intens yang dilakukan Sony untuk beberapa judul yang memang menjadikan sensualitas sebagai daya tarik utama. Dengan beberapa game dengan pendekatan nyaris serupa dalam jangka waktu rilis beberapa bulan ke depan, tentu banyak gamer yang khawatir bahwa Sony akan kembali melakukan hal serupa. Namun setidaknya, ia sepertinya tidak akan terjadi untuk game terbaru Atlus yautu Catherine: Full Body.

Mengingat konten dewasanya yang cukup berat walaupun tidak pernah memperlihatkan ketelanjangan secara eksplisit, Catherine: Full Body yang dirilis untuk Playstation 4 dan PS Vita tentu bisa berujung jadi “korban baru”. Kekhawatiran tersebut lah yang sempat didengungkan oleh para fans lewat Twitter.

Atlus menyebut bahwa Catherine: Full Body tidak akan terpengaruh kebijakan sensor Sony. Developer internal Atlus bertanggung jawab untuk proyek remake ini menegaskan bahwa mereka tidak akan menyuntikkan cahaya silau atau metode sensor favorit di beragam proyek kreatif di Jepang. Mereka melakukan segala cara untuk memastikan hal tersebut untuk tidak terjadi. Untuk para fans yang khawatir, mereka mengucapkan terima kasih

Puzzle

Di dalam Catherine: Full Body, pemain bakal menemukan mekanik puzzle sebagai desain level. Seiring waktu, Vincent bakal dihadapkan sama rasa resah mengenai pilihan hati yang harus dia ambil. Vincent bakal menemukan mimpi dirinya diharuskan memanjat terus menerus dari kejaran sesosok makhluk buas di bawahnya.

Analogi ini jika dipikirkan membentuk suatu pola narasi yang sangat baik. Di dalam permainan, mekaniknya bisa dibilang sederhana namun sangat engaging setiap kali dimainkan. Seiring waktu, tingkat kesulitan permainan semakin bertambah intens. Enggak jarang terselip rasa khawatir yang cukup nyata untuk tidak jatuh.

Setelah melewati rintangan untuk memanjat, kita bakal kembali dihadapkan sama keseharian Vincent. Setiap pulang kerja, Vincent menyempatkan dirinya mampir ke sebuah bar bernama Stray Sheep. Di sana Vincent bakal menemui banyak pilihan yang game ini tawarkan dengan konsep menarik.

Alih-alih terbatas sama komunikasi langsung, kini pemain bakal menggunakan smartphone miliknya untuk berinteraksi. Altus bahkan membawa interaksi ini dengan cukup realistis, seperti momen di mana Vincent harus membuka foto nakal yang dikirimkan Catherine di kamar mandi.

Ketika membalas pesan, pemain juga bakal memilih barisan kata-kata. Nantinya, beberapa respon bakal membuat Vincent mendapatkan karma atas pilihan yang dia ambil. Semua bakal kembali membuat jalan cerita berangsur makin seru.

Interaksi Game Catherine: Full Body

Hadirnya sistem karma serta beberapa keputusan yang diambil membuat pemain bakal mendapatkan ending yang menarik. Perlahan, konflik dalam cerita yang berangsur lamban bakal meledak di babak terakhir permainan.

Enggak banyak game yang bisa memperhatikan aspek kecil seperti ini. Catherine: Full Body berhasil menyajikan mekanik puzzle yang sederhana namun mengantarkan cerita yang cukup rumit.

Game ini bakal membuat kalian menguji ketangkasan lewat rintangan platformer puzzle yang unik. Di luar itu, wahana cerita mengenai romansa yang dibalut ‘nakal’ dan kocak di beberapa kesempatan membuat kita ikut hanyut dan penasaran.

Sebagai game yang tampil niche, Catherine: Full Body mungkin enggak cocok sama beberapa kalangan yang suka sama aksi dan gameplay yang menantang. Tapi, kalau kalian penasaran sama gameplay sederhana dan justru ingin hanyut sama pembawaan cerita maka game ini bisa banget kalian jajal.

Kesimpulan Catherine: Full Body

Banyak tambahan yang terdapat dalam versi reka ulang Catherine ini yang justru menjadi kejutan yang seru untuk diikuti buat kamu. Khusus buat Catherine, ia mendapatkan perlakuan super dengan disuarakan oleh berbagai macam pengisi suara populer sekaligus!

Tentunya, berbagai aset game Catherine yang ikonik dari desain karakter Shigenori Soejima hingga latar belakang pun efektif berpadu dengan lagu khas Shoji Meguro.

Ada tantangan yang baru dan visual yang tidak kalah segar, Catherine: Full Body tetap menjadi gim puzzle yang mengesankan sekaligus bersama elemen ceritanya!

Apakah kalian juga setuju sama ulasan ini? Jangan sungkan untuk ikut bagikan review kalian di kolom atas, ya! Ikutin juga review game lainnya hanya di jagoan Game!

Please rate this

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here