Review Concrete Genie

2
110
5/5 (15)

Jagoangame.com – Review Concrete Genie – Concrete Genie adalah sebuah game petualangan yang mengombinasikan elemen platforming, puzzle dan sebuah sistem creation unik lewat aktivitas melukis. Game ini dirilis di konsol playstation dan xbox one. Game ini dikembangkan oleh Pixelopus yang merupakan developer in house Sony.

Konsep ini terasa semakin spesial berkat kemampuan kamu dalam melukis sebuah makhluk bernama Genie yang bisa hidup dan berinteraksi dengan sang karakter utama. Jika diibaratkan game ini mirip dengan seri kartun ChalkZone dimana sang karakter utama Rudy dapat menggambar objek dan makhluk hidup secara nyata.

Kesamaan tersebut tentunya tidak membatasi potensi lain yang mampu dikejar Concrete Genie, karena game ini memastikan kamu sebagai pemain untuk menjalin persahabatan dan kerjasama dengan para Genie ini.

Kali ini Jagoan Game akan memberikan kamu review dari game ini, simak review concrete genie berikut ini :

PLOT

Concrete Genie Gameplay Walkthrough – Part 1

Concrete Genie menceritakan kisah dari seorang remaja bernama Ash yang masih sering mengunjungi bekas kampung halamannya. Denska, kota kecil yang berada di pesisir pantai ini adalah rumah yang berarti bagi Ash dan meninggalkan banyak kenangan dari masa kecilnya, namun kota tersebut sudah tidak berpenghuni akibat pencemaran lingkungan yang parah.

Concrete Genie Gameplay Walkthrough – Part 2

Permainan berlatarkan disebuah tempat bernama Denska, sebuah kota pelabuhan kecil yang dulunya penuh dengan kehidupan dan ramai akan aktivitas, namun kini sudah benar-benar ditinggalkan akibat bencana yang membuat kota tersebut dipenuhi polusi dan mematikan banyak mata pencaharian masyarakat sekitar. Tidak sampai disitu, kehadiran remaja-remaja nakal yang seolah-olah menjadikan Denska taman bermain dan aksi vandalisme juga semakin memperburuk kondisi kota tersebut.

Part 3

Dalam game ini kamu akan berperan sebagai Ash, sesosok remaja yang gemar membuat doodle atau gambar iseng. Berniat mengunjungi Denska untuk mencari inspirasi, Ash justru diganggu oleh remaja-remaja nakal (seterusnya akan penulis sebut dengan para bully) dan merobek-robek buku sketsa miliknya. Lebih lanjut, dirinya bahkan dibuang ke sebuah mercu suar tua yang terkesan cukup angker.

Terlepas dari buruk rupanya kota tersebut, Ash masih terus mengunjunginya dan sering mengekspresikan diri dengan melukis. Momen yang terasa damai ini kemudian pecah setelah sekelompok remaja pembully mengganggu Ash dan merobek skechbook miliknya yang berharga.

Ash kemudian menemukan kertas yang terobek dari buku sketsanya, namun anehnya, kertas tersebut terbang dengan sendirinya dan menuntun Ash ke sebuah tempat di bawah mercu suar. Dan tiba-tiba, gambar monster dengan nama Luna dari dalam kertas tersebut kemudian menjadi hidup dengan bermanifestasi sebagai sesosok jin.

Ash kemudian diberikan sebuah kuas ajaib yang dapat menggambar dan menghiasi tembok-tembok dengan coretan-coretan dari buku sketsa Ash. Berbeda dengan gambar-gambar atau graffiti biasa, gambar-gambar yang dikeluarkan dari kuas ajaib tersebut akan bergerak dan terlihat sangat hidup. Menyadari bahwa kuas ajaib tersebut memiliki kekuatan yang luar biasa, Ash kini bertekad untuk membawa kembali kehidupan ke kota Denska

Baca Juga :

Ash bahkan didorong oleh mereka masuk ke kereta gantung yang terhubung ke menara mercusuar “berhantu.” Daripada harus merasakan yang pengalaman menyeramkan, Ash berakhir menemukan sebuah keajaiban dimana karakter gambar OC-nya (original creation) yang bernama Luna menjadi hidup. Luna kemudian memperkenalkan Ash pada cara melukis dengan semacam kuas ajaib dan bagaimana dia bisa menghidupkan Denska kembali lewat kekuatannya ini. Dari sinilah jalan cerita Concrete Genie yang sebenarnya dimulai, dimana kamu memiliki tugas untuk menghiasi seluruh kota Denska dengan lukisan ajaib.

Alur Gameplay yang Adiktif

Part 4

Plot yang disuguhkan game ini memang terkesan sangat sederhana, namun Jagoan Game merasa kalau penyampaiannya benar-benar sangat efektif dan jauh lebih baik dari yang diprediksi. Jika dinilai dari trailernya Concrete Genie memang seperti game yang lebih menekankan fokusnya pada aspek teknikal saja, namun game ini sukses mempresentasikan ceritanya dengan mood yang terasa pas. Bahkan karakter bully dalam game ini bisa memberikan latar belakang cerita yang cukup emosional dan relatable.

Part 5

Jagoan Game cukup kesulitan untuk membiasakan diri dengan motion control DualShock, namun seiring berjalannya waktu melukis objek menjadi aktivitas yang jauh lebih menyenangkan. Saat mengakses menu melukis dengan menekan L2, kamu akan disuguhkan dengan menu untuk memilih objek apa yang ingin dilukis. Setelah memilih objeknya, kamu hanya perlu memposisikan cursor kuas dan menariknya layaknya menggambar di sebuah kanvas. Objek secara alami akan terbentuk dengan seberapa panjang dan rumitnya tarikan kuas yang kamu eksekusi. Kerennya lagi kamu tidak perlu melakukan tugas ini layaknya seorang perfeksionis, karena hasil lukisan yang keluar akan selalu terlihat menawan. Tapi tentu saja kamu memiliki opsi untuk melukis dengan lebih serius dan menciptakan mahakarya yang lebih menawan lagi.

Ending

Selain melukis sebuah pemandangan indah, kamu juga disuguhkan dengan membuat Genie lewat cara melukis juga. Melukis Genie berbeda dari membuat pemandangan biasa, karena kamu hanya dapat melakukannya di beberapa tempat spesifik yang sudah ditandai. Untuk menggambar Genie, kamu akan dibantu oleh rekan Genie kecil yang ada di ransel Ash. Dia akan memberikan Ash akses ke menu utama untuk memilih jenis Genie yang ingin digambar, hingga beragam bagian tubuh lainnya seperti ekor dan antena untuk menghiasi wujudnya.

Melukis tentunya bukan satu-satunya fokus gameplay yang ditawarkan Concrete Genie, karena game ini juga menyuguhkan elemen eksplorasi dan pemecahan puzzle. Untuk eksplorasi kamu bisa menjelajahi seluruh kota Denska dan bahkan mengakses ke berbagai tempat tinggi lewat sistem parkournya yang lumayan solid.

Tentu saja kamu tidak selalu bisa bergerak bebas, karena kota ini juga dihuni dengan kelompok remaja pembully yang akan selalu mengejar dan menjahili Ash di setiap kesempatan yang ada. Walaupun terkesan merepotkan, namun keberadaan bully dalam game ini setidaknya memperkuat elemen kehidupan dan perbedaan interaksi yang bisa kamu temukan di dalamnya.

Keseluruhan alur gameplaynya bergerak dengan cukup cepat dan memastikan agar kamu selalu sibuk. Mengejutkannya, game ini juga memiliki semacam sistem combatnya sendiri yang mengharuskan Ash untuk melawan Genie jahat yang mengancam kedamaian dunia lukisan baru yang berusaha diciptakan Ash. Sistem combatnya sendiri cukup unik dan memberikan perubahan alur yang terasa fresh, namun sayangnya Jagoan Game tidak merasakan tantangan yang benar-benar sulit selama berada dalam pertarungan.

Mencari kekurangannya juga terasa sulit karena selain dari sistem combat atau aspek gameplay lain yang minim tantangan, Concrete Genie secara keseluruhan sudah terasa solid. Jagoan Game memang tidak bisa merekomendasikannya untuk semua kalangan gamer, namun jika kamu ingin mencari pengalaman yang unik dan berkesan, maka Concrete Genie akan membawamu dalam sebuah petualangan magis yang sulit untuk dilupakan.

Melukis dan Genie

Semua aktivitas yang kamu lakukan di Concrete Genie selalu berpusat dan bergantung pada aktivitasmu dalam melukis dan menciptakan Genie. Sekarang mari membahas soal mekanisme melukisnya. Jadi dalam game ini kamu bisa menciptakan kreasi lukisan yang hidup dan penuh warna di hampir semua tembok yang ada di kota Denska. Aktivitas ini sebenarnya cukup opsional di awal, karena kamu hanya perlu menyalakan sekian banyak bola lampu yang mati di beberapa distrik yang ada, namun semua itu berubah setelah kamu menciptakan Genie. Makhluk 2D yang hidup ini berperan sebagai pendampingmu dalam menyelesaikan puzzle, seperti Genie tipe api misalnya yang dapat membakar objek rapuh yang menghalangi jalan, genie listrik untuk menyalakan sirkuit dan masih banyak lagi.

Genie adalah makhluk yang memiliki kepribadian uniknya masing-masing, dan kamu sebagai pemain harus selalu menuruti permintaan mereka. Dari sinilah peranmu dalam melukis kembali dimanfaatkan, dimana Genie akan memintamu untuk menggambar berbagai objek seperti tanaman, pohon, api unggun, bintang-bintang, matahari dan sebagainya untuk menghiasi tembok kosong yang mereka lewati.

Jika kamu membuat mereka senang, maka Genie akan memberikanmu kemampuan untuk menggunakan Super-Paint, sebuah kemampuan super untuk melukis di tembok yang sudah dicemari kegelapan. Oh perlu diketahui juga kalau Genie hanya dapat bergerak pada tembok yang saling terhubung, jadi kamu tidak bisa selalu membawa mereka ke berbagai tempat berbeda.

Walaupun ada beberapa momen dimana mereka sulit diatur, Jagoan Game sangat menikmati interaksi antara Ash dan para Genie buatannya. Dari sini kamu benar-benar bisa melihat kalau hubungan diantara mereka memang terasa seperti persahabatan, sesuatu yang memang berusaha game ini sampaikan pada para pemainnya.

Grafis

Sebagai sebuah game yang menyajikan elemen permainan gambar menggambar, Concrete Genie tentunya hadir dengan tampilan grafis yang cukup menawan. Memang tidak terlalu realistis seperti game AAA zaman now, namun tampilan permainan yang mungkin mirip dengan film Coraline ini benar-benar mampu memanjakan mata. Tidak ketinggalan, terdapat mode 4K bila kamu memainkannya di PS4 Pro.

Hal ini tentunya terlihat dari beberapa screenshot yang tersebar di artikel review ini. Dimana beberapa diantaranya merupakan hasil Photo Mode yang menurut penulis cukup memberikan banyak opsi ala software photo editing yang cukup simpel. Penulis sendiri sangat terkesima dengan beberapa gambar-gambar hasil jepretan tersebut.

Kontrol

Secara default, Concrete Genie menggunakan fitur motion sensor yang terdapat pada DualShock 4 setiap kali kamu akan membuat suatu gambar. Kamu yang pernah bermain Infamous Second Son mungkin akan cukup familiar dengan menggambar menggunakan fitur motion sensor ini. Namun, penulis sendiri cukup merasakan bahwa kontrol menggunakan motion sensor tersebut terasa agak canggung dalam Concrete Genie.

Namun perlu diketahui bahwa hal ini agaknya akan berbeda-beda untuk tiap orang. Dalam hal ini, penulis sendiri mengidap kondisi tremor, dimana secara tidak sadar tangan penulis sering bergetar dengan sendirinya, terutama ketika menggenggam sesuatu.

Walau demikian, untungnya game ini menghadirkan opsi untuk mengganti motion sensor tersebut dengan menggunakan analog R3 yang menurut penulis lebih mudah dikendalikan. Kamu juga bisa mengatur sendiri sensitivitas saat akan membuat gambar dengan analogmu ataupun motion sensor.

Sang developer sendiri sempat menjelaskan bahwa game ini tidak akan menilai seberapa bagus atau seberapa jelek gambar-gambar yang kamu buat. Sehingga walau kamu menghasilkan gambar yang kurang enak dilihat atau tidak proporsional karena kontrol yang terlalu sensitif ini misalnya, game tetap akan berlanjut. Hal ini sayangnya jadi sebuah potensi yang terlewatkan, dimana akan penulis jelaskan pada poin berikutnya.

Kesimpulan

Berusaha menawarkan sebuah game petualangan yang dipadu dengan sistem creation unik di dalamnya, Concrete Genie berhasil menawarkan sebuah pengalaman bermain yang magis dan meninggalkan kesan berarti.

Game ini memang tidak dibangun dengan fokus jalan cerita dalam ataupun gameplay action yang dominan, namun interaksi antara makhluk hidup dengan lukisan dan bagaimana mereka dapat bersinergi dengan baik rasanya telah melahirkan sebuah harmoni baru yang sulit kamu temui di game manapun.

Please rate this

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here