[Review] Devil May Cry 5

0
7
5/5 (1)

[Review] Devil May Cry 5 – Dalam dua tahun terakhir, Capcom menghadirkan game-game berkualitas yang menuai banyak pujian, sebut saja Monster Hunter World dan Resident Evil 2. Kesuksesan ini secara tidak langsung turut menumbuhkan harapan atas kualitas yang akan mereka sajikan dalam kelanjutan seri utama Devil May Cry.

Dante dan Nero siap kembali beraksi membasmi para iblis yang dibantu oleh karakter misterius ketiga bernama V. Diperkuat dengan engine baru milik Capcom, RE Engine, apakah Devil May Cry 5 mampu memuaskan hasrat para penggemar setianya sejak era PS2? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Story Dmc 5

Cerita dimulai beberapa tahun setelah peristiwa di Devil May Cry 4 berakhir. Seorang pemuda bernama “V” tiba-tiba datang ke kantor Devil May Cry untuk menyewa jasa Dante.

Pemuda itu ingin agar Dante membasmi para iblis yang menyerang dunia. Sementara itu di lain pihak, Nero juga membangun sebuah agensi perburuan iblisnya sendiri berbasis mobil van bertuliskan Devil May Cry.

Ia dibantu oleh seorang engineer wanita bernama Nico, yang juga menciptakan lengan robot untuknya, setelah lengan Devil Bringer-nya diambil oleh seseorang yang misterius dan bertudung.

Gameplay Dmc 5

Devil May Cry 5 kembali ke ranah konsol yang diperkuat dengan engine baru milik Capcom, yaitu RE Engine, engine yang juga digunakan untuk mengembangkan Resident Evil 2 Remake.

Masih setia dengan konsep awalnya, Devil May Cry 5 merupakan sebuah game linear yang terbagi atas misi-misi. Game ini menyediakan tiga karakter playable, di mana satu di antaranya merupakan karakter yang benar-benar baru. Ada Nero sang protagonis dari seri keempat, ada Dante yang sudah muncul sejak seri pertama dan terakhir ada V, karakter misterius yang bertubuh kurus.

Anda tidak bisa bebas memilih karakter mana di level yang ingin dimainkan. Anda akan memainkan karakter yang mengikuti alur cerita yang telah ditentukan oleh developer. Akan tetapi, akan tiba saatnya di mana dalam satu misi, Anda bisa memilih salah satu dari karakter yang terlibat di dalamnya.

Tugas Anda sebenarnya cukup mudah, yaitu bergerak dari titik awal ke titik akhir dari suatu misi dengan menghabisi setiap musuh yang menghadang. Namun yang perlu Anda ketahui adalah Devil May Cry 5 bukanlah sebatas menghabisi semua musuh saja, tetapi tentang bagaimana cara Anda melibas mereka dengan gaya atau kombo yang keren karena di situlah letak seni permainannya.

Beberapa keluhan yang kami alami terletak pada pergerakan kamera yang kerap kali tidak bersahabat. Pada sudut-sudut tertentu, kamera sering kali malah menyoroti tembok yang akhirnya menghalangi pandangan dan berakibat pada hasil akhir kombo karakter.

BACA JUGA

[Review] Marvel’s Spider-Man: Miles Morales

Nero

Nero masih dipersenjatai dengan pedang Red Queen, pistol Blue Rose serta amunisi baru berupa tangan mekanik bernama Devil Breaker, yang menggantikan tangan iblis Devil Bringer yang telah tiada. Masih sama seperti pendahulunya, Anda dapat merangkai kombo, baik di darat maupun udara dengan kombinasi tombol, arah dan timing yang tepat. Kombinasi ini meliputi sabetan pedang, tembakan pistol serta tangan robot Devil Breaker.

Tangan Overture dapat mengeluarkan sengatan listrik, sementara tangan Gerbera dapat membuat Nero meluncur lebih cepat. Kami menemukan elemen strategi dalam slot Devil Breaker. Awalnya, slot yang tersedia hanya ada tiga saja, yang nantinya bisa Anda mengupgrade-nya melalui kustomisasi dengan membayar sejumlah Red Orb.

Untuk mengganti jenis tangan, Anda harus menghancurkan tangan tersebut, dengan tombol L1 (Break Away) atau melancarkan serangan spesial dari tangan tersebut dengan menahan tombol O. Setelah hancur, tangan Nero akan berganti ke slot selanjutnya, begitu seterusnya hingga amunisi Devil Breaker habis.

Tidak perlu khawatir akan kehabisan, karena tangan Devil Breaker ini bisa Anda temukan di sepanjang perjalanan bagaikan peluru dalam game Resident Evil misalnya. Variasi tangan mekanik Devil Breaker sendiri terbilang cukup banyak. Belum lagi adanya tangan khusus yang hanya didapat melalui Downloadable Content (DLC) saja seperti Mega Buster milik Mega Man misalnya.

Tangan-tangan ini memiliki fungsi yang berbeda satu sama lain. Anda bisa menyesuaikan gaya favorit Anda dengan tangan-tangan ini, yang nantinya bisa menghasilkan kombo yang keren.

Pada tangan kanannya pula, Nero dibekali semacam tali kabel yang bisa dikeluarkan untuk menarik musuh. Fitur ini bisa Anda picu dengan menekan tombol R1+O. Seandainya Anda menarik musuh berukuran besar, maka posisi Nero lah yang akan tertarik menuju musuh tersebut.

Dengan memanfaatkan fungsi Wire Snatch ini, Anda dapat melakukan Air Combo dengan menarik mereka ke udara, kemudian dilanjutkan dengan sabetan pedang atau tembakan pistol. Tembakan pistol Blue Rose sendiri bisa Anda charge agar memberikan daya rusak yang lebih kuat.

Untuk menghindari serangan, Anda dapat melakukan dodge menahan tombol R1 sambil mengarahkan analog kiri ke arah kiri atau kanan bersamaan dengan tombol X.

Di samping itu, Anda dapat memprovokasi musuh dengan menekan tombol Touchpad, dimana Nero akan memperagakan gaya mengejek dan bisa meningkatkan Stylish Rank-nya. Selanjutnya, ada Exceed yang serupa dengan Devil May Cry 4, dimana Nero dapat mengisinya dengan tombol L2 hingga tiga bar.

Bar ini bisa diisi saat Nero diam maupun selama pertarungan dengan menyesuaikan tempo yang tepat. Menggabungkannya dengan serangan melee akan memberikan daya rusak yang signifikan pada musuh.

Dante

Sang protagonis dari empat seri sebelumnya, kembali hadir dalam versi separuh baya. Pada seri kelima ini, Dante tampak lebih tua dengan brewok yang menghiasi wajahnya.

Masih setia dengan gaya pertarungan sebelumnya, Dante dibekali empat style yang dialokasikan pada empat tombol D-Pad, yaitu Trickster (atas), Gunslinger (kiri), Swordmaster (kanan) dan Royal Guard (bawah).

Selain keempat style tersebut, Dante juga dibekali beragam senjata jarak jauh dan dekat yang juga bisa digonta-ganti selama pertarungan hanya dengan menekan tombol L2 atau R2.

Berbeda dengan Nero yang cukup ramah pemula dan kombonya lebih mudah dirangkai, jurus-jurus yang dimiliki Dante punya tingkat kompleksitas yang cukup tinggi untuk dikuasai. Butuh waktu khusus sebelum Anda bisa beradaptasi dengan seluruh senjata dan style yang ia miliki.

Style Trickster memungkinkan Dante bergerak dan menghindar dengan cepat berkat mobilitasnya yang tinggi. Style Gunslinger berfokus pada serangan jarak jauh dan memberikan efek atau animasi khusus pada pistol, shotgun dan sejenisnya. Style Swordmaster berfokus pada serangan jarak dekat yang berefek pada jumlah kombo yang dilancarkan pedang Rebellion atau tinju Balrog.

Dan terakhir ada style Royal Guard yang agak defensif, di mana ia merupakan style yang paling sulit dikuasai, namun juga berpotensi menjadi yang terkuat. Style ini memberikan Dante kemampuan untuk melakukan counter attack dengan menyesuaikan tempo serangan musuh.

Kami agak kerepotan menggunakan senjata melee Balrog, di mana ia terbagi atas dua mode terpisah. Blow Mode untuk pukulan dan Kick Mode untuk tendangan. Kedua mode ini bisa Anda ganti dengan menekan tombol mundur sambil menahan tombol R1 disertai penekanan tombol segitiga.

Hal ini cukup membuat kombo sering kali terputus dan kagok. Sementara, beberapa jurus lawas khas Dante seperti Rainstorm dan kombo-kombo pedang Rebellion-nya, masih bisa Anda gunakan dalam game ini.

Jenis senjata Dante terasa lebih variatif dibanding kedua kompatriotnya. Selain pedang Rebellion, pistol kembar Ebony & Ivory, tinju Balrog dan shotgun A-Coyote, nantinya ia akan mendapatkan senjata-senjata baru yang lebih gila lagi seperti pedang raksasa Sparda, nunchaku bernama Cerberus, bazooka bernama Kalina Ann hingga sebuah motor bernama Cavaliere.

Persenjataan inilah yang membuat kombo Dante tidak pernah membosankan untuk dieksekusi, namun tentu saja ia membutuhkan waktu untuk dikuasai hingga benar-benar mematikan.

V

V merupakan karakter playable baru yang melakukan debutnya di seri kelima ini. Berbeda dengan Nero dan Dante yang ofensif, V cenderung lebih defensif dan pasif dalam pertarungan. Ia tidak memiliki pedang atau pistol, namun sebagai gantinya ia dapat mengendalikan makhluk-makhluk peliharaannya yang berwujud seperti bayangan untuk menyerang musuh.

Makhluk pertama sekaligus partner V adalah Griffon yang menyerupai seekor burung. Griffon berperan sebagai pengganti pistol, yang mana dapat mengeluarkan serangan proyektil dan petir.

Lalu, makhluk kedua bernama Shadow yang bentuknya menyerupai seekor macan dan berfokus pada serangan jarak dekat. Makhluk ketiga bernama Nightmare yang bentuknya cukup besar dan menyerupai monster bertangan dan berkaki.

Berbeda dengan Griffon dan Shadow yang bisa dipanggil kapan saja, Nightmare hanya bisa muncul jika Anda mengaktifkan Devil Trigger (DT) dengan tombol L1. Untuk mengaktifkannya sendiri, ia membutuhkan minimal 3 bar DT berwarna ungu.

Dengan bentuk tubuhnya yang raksasa, ia bisa ditunggangi oleh V. Akan tetapi, jika Anda tidak menaiki tubuhnya, ia akan menyerang secara otomatis hingga bar Devil Trigger terkuras habis.

Fungsi Devil Trigger (DT) bagi V tidak hanya sebatas memanggil Nightmare saja, ia juga dapat memperkuat Griffon dan Shadow dengan menekan tombol L2 + kotak atau L2 + segitiga, atau mengeluarkan serangan spesial dengan tongkatnya. Selama Devil Trigger aktif, warna rambut V akan berubah menjadi putih. Uniknya, V bisa mengisi bar DT dengan membaca buku yang bisa Anda picu dengan menahan tombol R2.

Akan tetapi, selama membaca buku, pertahanan V akan terbuka lebar dan gerakannya pun sedikit melambat. Hal ini membuatnya sangat mudah terkena serangan, terutama serangan proyektil.

Jika semua serangan dilakukan oleh para makhluk peliharaannya, lantas apa peran V sendiri dalam pertarungan? Walaupun ketiga makhluk peliharaannya cukup kuat, namun mereka tidak bisa mengakhiri nyawa para monster.

Di sinilah muncul peran V sebagai pencabut nyawa. Monster-monster yang telah berubah warna tubuhnya, harus dihabisi oleh V sendiri menggunakan tongkatnya dengan menekan tombol O, baik itu musuh kroco maupun boss sekalipun.

Selama para makhluk peliharaannya menyerang, V harus tetap siaga menjaga jarak agar tidak terhindar dari damage apapun yang dapat memutus kombo maupun menurunkan Ranking Style. Tantangan inilah yang membuat gaya permainan V berbeda dari Nero dan Dante.

Items, Customization, Co-op & Secret Mission


Capcom melakukan perubahan cukup besar pada pemakaian item dalam game ini. Anda tidak bisa lagi menggunakan item-item penyembuh secara manual seperti Vital Star atau Devil Star, akan tetapi beragam jenis orb yang dibedakan atas warna masih akan Anda jumpai di sepanjang permainan.

Orb sendiri terbagi atas enam warna berbeda yang memiliki fungsinya masing-masing. Red Orb berfungsi sebagai mata uang yang akan digunakan dalam kustomisasi skill maupun pembelian item.

Kemudian, ada Green Orb yang berperan untuk memulihkan Health Bar. Blue Orb berguna untuk mengekspansi jumlah health bar karakter. Dengan mengumpulkan empat pecahan Blue Orb, ia akan menjadi satu keping Blue Orb utuh.

Keempat ada Purple Orb yang fungsinya mirip dengan Blue, namun ia bertugas memperbesar bar Devil Trigger. Kemudian ada White Orb yang fungsinya memulihkan bar Devil Trigger dan terakhir ada Gold Orb yang bisa membangkitkan karakter dari kematian saat tumbang dalam pertempuran.

Selanjutnya, ada fitur kustomisasi yang kembali hadir dalam game ini. Fitur ini bisa Anda akses sebelum memulai misi atau saat di pertengahan misi. Pada seri sebelumnya, untuk mengakses fitur ini, Anda harus menemukan Divinity Statue (patung yang memanggul jam pasir) yang tersebar di sepanjang jalan.

Pada seri kelima ini, Divinity Statue memang hadir kembali, namun sebagian besar perannya digantikan oleh telepon yang berfungsi untuk memanggil Nico. Uniknya, kemunculan Nico kerap kali tidak biasa dan mengundang gelak tawa.

Gadis berkacamata ini bisa muncul dari mana saja mengendarai mobil karavannya, entah itu dari langit, menabrak tembok dan hal-hal nyentrik lainnya. Hal inilah yang membuat penampilannya selalu ditunggu di setiap misi.

Mode baru yang diimplementasi pada seri kelima ini adalah Co-op Gameplay. Akan tetapi, kami cukup bingung dengan sistem Co-op-nya sendiri yang tidak terlalu berdampak pada permainan.

Ia tidak didesain untuk berpetualang bersama dalam satu rute, melainkan tiap karakter memiliki rutenya masing-masing dan hanya bertemu di saat-saat tertentu saja. Co-op ini juga terjadi secara acak tanpa ada opsi untuk mengundang teman. Bagi kami, mode ini tak lebih dari sekedar gimmick yang tak perlu.

Terakhir, tak lengkap rasanya jika seri Devil May Cry hadir tanpa Secret Mission. Misi-misi rahasia ini biasanya menyediakan hadiah menarik berupa orb dengan tantangan yang juga tak biasa.

Letaknya yang tak kasat mata inilah yang membuat pemain harus bereksplorasi mencari keberadaannya. Pada seri kelima ini, Secret Mission bisa diakses jika Anda menemukan pola aneh yang bersinar merah dengan menyesuaikan sudut pandang kamera.

Saat pola-pola yang terlukis di dinding, lantai atau tempat lainnya itu menyala, baru lah Anda bisa memasuki gerbang menuju Secret Mission. Misi-misi yang telah Anda temui ini, nantinya bisa Anda akses ulang kembali secara terpisah melalui menu utama.

Visual DMC 5

Berjarak sepuluh tahun dari seri keempatnya dan enam tahun dari seri spin-offnya, membuat Devil May Cry 5 mengalami peningkatan kualitas visual yang cukup signifikan.

Capcom mengandalkan engine pribadinya, RE Engine, untuk ulang seluruh aset dan model karakter. Penampilan Nero, Dante, Trish dan Lady terasa sangat berbeda dibandingkan seri sebelumnya.

Devil May Cry juga punya ciri khas pada cutscene, di mana mereka terbiasa menampilkan aksi-aksi heroik nan epik yang kerap kali mengundang decak kagum penggemarnya.

Hal-hal seperti ini masih akan sering Anda temui yang dibalut dengan kualitas grafis masa kini. Dari sisi presentasi dunia, variasi serta pengenalan monsternya sendiri, kami merasa game ini banyak terinspirasi dari seri DmC: Devil May Cry garapan Ninja Theory tahun 2013 silam.

Sedangkan dari sisi performa sendiri, ia hadir sangat baik tanpa ada keluhan apapun. Khusus bagi Anda yang membeli atau mengupgrade ke versi Deluxe, Capcom juga menyediakan cutscene alternatif berupa Live Action yang cukup menarik dan kocak untuk ditonton.

Audio DMC 5

Presentasi Devil May Cry bukanlah jenis yang biasa Anda temui pada umumnya, termasuk presentasi musiknya. Pada seri kelima ini, Anda akan kembali menjumpai musik bergenre Heavy Metal yang akan mengiringi baik dalam pertarungan maupun cutscene.

Uniknya, musik akan terus berganti dan frekuensinya semakin intens seiring dengan Style Rank yang Anda raih dari kombo. Hal inilah yang membuat pertarungan terasa lebih berwarna dan emosional bagi para pemain.

Dari sisi sulih suara, DMC 5 menyediakan beberapa jenis bahasa, di mana Jepang dan Inggris sebagai opsi default, sementara bahasa Mandarin dan Korea bisa Anda dapatkan melalui bonus pre-order DLC. Seluruh bahasa menghadirkan kualitas jempolan yang setara satu sama lain.

Anda bisa mengganti pemilihan bahasa ini pada menu Options. Setiap karakter memiliki intonasi yang sangat menjiwai perannya yang sesuai dengan kepribadiannya masing-masing.

Kesimpulan

Serupa dengan apa yang ditawarkan serial Resident Evil, Devil May Cry sejatinya memang bukanlah sebuah game dengan waktu permainan yang panjang. Seandainya Anda hanya ingin menikmati ceritanya saja, ia bisa diselesaikan kurang dari 10 jam saja.

Namun, apakah dengan menyelesaikan cerita saja, permainan Devil May Cry sudah berakhir? Jawabannya tidak! Justru, kesenangan yang sebenarnya baru dimulai ketika Anda memasuki tingkat kesulitan yang menantang.

Seperti seri-seri sebelumnya, game ini menyediakan hingga enam tingkat kesulitan berbeda, di mana dua di antaranya terbuka sejak awal dan empat lainnya terkunci, mulai dari Human, Devil Hunter, Son of Sparda, Dante Must Die, Heaven or Hell dan Hell and Hell.

Setiap menyelesaikan seluruh misi pada tingkat kesulitan tertentu, maka satu tingkat di atasnya akan terbuka. Semakin tinggi tingkat kesulitan yang Anda pilih, semakin tebal pula health musuh san semakin cepat pula karakter Anda mati saat terkena serangan.

Tantangan seperti inilah yang membuat waktu permainan Devil May Cry akan terasa sangat panjang dan dapat dimainkan berulang kali. Jika Anda belum pernah memainkan seri Devil May Cry sebelumnya, Capcom juga menyediakan menu History of DMC yang merangkum seluruh cerita dari seri-seri sebelumnya.

DMC 5 kembali dengan gaya! Keputusan Capcom menggunakan RE Engine terbukti sangat tepat dalam merepresentasikan visualnya. Kami tak henti-hentinya mengagumi keindahan kualitasnya yang memanjakan mata. Penambahan satu karakter playable baru juga turut menambah variasi permainan agar tidak repetitif.

Nero, Dante dan V memiliki gaya permainan yang sangat berbeda satu sama lain. Kehadiran karakter wanita baru seperti Nico juga turut meningkatkan nilai humor dalam cerita sekaligus pemanis yang melengkapi aksi dua gadis veteran, Trish dan Lady.

Sejauh mata memandang, DMC 5 merupakan salah satu game action terbaik yang dimiliki platform generasi terkini. Kesuksesan penjualan beberapa franchise seperti Monster Hunter, Resident Evil dan termasuk Devil May Cry ini, tampaknya dapat membuat Capcom tersenyum lebar dalam dua tahun terakhir.

Kelebihan

  • Gaya permainan yang berbeda antar karakter
  • Sistem kombo yang dalam
  • Visual yang fantastis
  • Musik Heavy Metal yang keren
  • Karakter yang menarik
  • Kemunculan Nico yang nyentrik
  • Trish dan Lady yang menawan
  • Tingkat kesulitan menantang
  • Sulih suara beraneka bahasa
  • Pertarungan boss menarik

Kekurangan

  • Pergerakan kamera kurang bersahabat
  • Desain level kurang variatif
  • Mode Co-op tidak berfaedah
  • Presentasi cerita kurang baik

OVERVIEW

TITTLE Devil May Cry 5
DEVELOPER Capcom
PUBLISHER Capcom
RELEASE DATE 8 Maret 2019
PLATFORM PS4, Xbox One, PC
GENRE Hack & Slash Action
RATING Dewasa
MEDIA Blu-ray, Digital
OFFICIAL SITE http://www.devilmaycry5.com

Please rate this

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here