Review Man Of Medan | Game Horor

2
106
5/5 (13)

Man of Medan atau Orang Medan adalah game yang di kembangkan oleh Supermassive Games dengan dibangun oleh Unreal Engine 4. Game ini berlatar Medan, Indonesia.

Medan merupakan nama yang kuat dengan Indonesia yang mengacu pada kota Medan, Sumatera Utara. Game ini sebenarnya menceritakan pada salah satu legenda masa lawas Orang Medan di tahun 1947, yang menceritakan tentang kapal dagang milik Belanda yang tenggelam di Selat Malaka.

Baca Juga :

Ada misteri kuat yang mengitari hancurnya kapal dagang ini mengingat ia disebut-sebut juga memuat banyak mayat di atasnya saat ditemukan. Kesemuanya tewas secara misterius.

Pada kesempatan Kali ini Jagoan Game akan Review Game Horor Man Of Medan yang menyeramkan, simak berikut ini :

PLOT

Game Man of Medan mengambil cerita misteri itu, namun kapal dagang milik Belanda diceritakan di game ini merupakan salah satu kapal perang Amerika Serikat yang sempat mampir di Asia sebelum kembali.

Mereka memuat beberapa kargo misterius di dalamnya, termasuk beberapa peti yang dibungkus dengan bendera besar. Namun kapal ini tidak berlayar secara mulus. Tiba-tiba, di suatu malam, terdengar tembakan senjata mesin dan mayat-mayat pun berakhir berserakan.

Pada game ini diceritakan 5 anak muda yaitu Alex, Brad, Julia, Conrad, yang menyewa kapal seorang wanita bernama Fliss untuk aktivitas menyelam. Berdasarkan proses investigasi yang dilakukan Brad, keempatnya yakin bahwa di satu titik di dekat Laut Pasifik Selatan, terdapat sebuah rongsokan dasar laut yang belum pernah diambil sama sekali.

Berharap menemukan harta karun yang bisa membuat mereka kaya raya, mereka pun melanjutkan ekspedisi yang memang tak aman ini, apalagi di tengah kelompok perompak yang mengintai aktivitas mereka.

Di perjalanan mereka berakhir ditawan oleh perompak yang sempat menyamar menjadi nelayan, yang pada awalnya akan meminta tebusan uang lewat penculikan. Namun perompak-perompak ini justru menemukan informasi soal The Gold of Manchuria, harta karun yang dipercaya tersimpan di SS Ourang Medan.

Perompak kini berusaha mengejar dan mencari SS Ourang Medan untuk mendapatkan harta karun, yang dipercaya akan membuat mereka kaya raya secara instan. Dan ke 5 anak muda ini menjadi tawanan perompak.

QTE Yang Menegangkan

Man of Medan tampil sebagai game sinematik yang cantik dan siap memanjakan mata. Game ini mengusung cerita interaktif, daya tarik utamanya terletak pada beragam opsi percakapan dan aksi yang masing-masing darinya akan menghasilkan konsekuensi yang berbeda-beda.

Kamu bisa membangun misi kamu sendiri dengan berupaya untuk memastikan setiap dari karakter utama yang ditawarkan berakhir selamat di akhir cerita, atau bahkan membinasakan mereka bahkan sebelum cerita utama berakhir jika Anda iseng.

Aksi yang diusung berformat QTE dengan aksi eksplorasi, yang membuka informasi baru terkait cerita yang ada. Kamu juga akan menemukan lukisan-lukisan acak di sepanjang permainan yang akan memberikan sedikit intipan soal momen penting dalam game yang akan terjadi, hingga kamu bisa sedikit mempersiapkan diri.

Keseluruhan sensasi permainan terasa lebih genting. Karena tidak ada aba-aba untuk proses QTE yang terjadi di sepanjang permainan. Tidak ada gerak lambat, tidak ada layar yang berwarna abu-abu atau justru berbalik cerah untuk menangkap perhatian Anda, tidak ada suara keras peringatan bahwa Anda akan masuk ke area QTE.

Game ini akan langsung mengejutkan kamu dengan QTE , dengan begitu cepat. Kita tidak hanya sekedar berbicara soal menekan sekuens tombol saja, tetapi juga ada mini game yang meminta kamu untuk menekan tombol seirama dengan detak jantung yang ada.

Man of Medan menawarkan sensasi permainan yang bikin menegangkan. Konsep QTE tanpa aba-aba ini kemudian dikombinasikan dengan beragam situasi hidup-mati karakter, memang begitu signifikan pada garis cerita yang akan kamu dapatkan.

Kondisi seperti ini menciptakan ketegangan sendiri, untuk kamu yang pertama kali memainkan game ini, tidak akan bisa memprediksi kapan QTE ini datang dan pergi. Jadi kamu harus selalu bersiap, jangan sampai lengah, karena game ini tidak menawarkan kesempatan kedua jika kamu salah menekan tombol.

Grafik Man Of Medan

Salah satu keunggulan dari game ini terletak pada kualitas detail wajah yang memesona, yang juga tidak sulit untuk mengekspresikan emosi, melahirkan ilusi realisme yang lebih kuat. ekspresi wajah pada menjadi salah satu daya tarik utama walaupun ia dibangun dengan engine yang berbeda.

Bukan berarti sisi grafis lain dari Man of Medan tidak memesona. Lokasi yang lebih terbatas, dimana lokasi yang bisa kamu jelajahi berakhir linear dan bisa dihitung dengan jari, sepertinya memberikan ruang lebih besar bagi Supermassive Games untuk memastikan setiap dari mereka tampil memesona.

Didukung dengan efek tata cahaya dan efek blur pada kamera yang tepat sasaran, Anda akan mendapatkan pengalaman sinematik yang sejatinya, mlemang dikejar oleh Man of Medan. Namun salah satu sisi presentasi terbaik yang mereka tawarkan juga mengakar pada sudut pandang kamera tetap yang di beberapa kondisi, memang mampu menumbuh rasa ketegangan tersendiri.

Desain Suara Man Of Medan Yang Menegangkan

Sementara dari sisi desain suara, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kualitas akting yang muncul dari para voice actor berhasil menjual sensasi percakapan yang natural dengan reaksi yang seharusnya, baik ketika hendak mengirimkan sinyal bahwa mereka tengah bersantai, gembira, atau stress.

Sementara suara lingkungan juga cukup untuk menciptakan atmosfer penuh rasa cemas dan keseraman, baik ketika ia sekedar sunyi atau dipenuhi dengan bisikan-bisikan suara yang kamu tidak tahu letaknya dimana. Sebuah praktik game horror yang harus diakui, memang dieksekusi dengan baik.

Kelebihan

  • Kualitas visual memesona
  • Cerita yang menarik
  • Sistem opsi dan konsekuensi yang berjalan baik
  • Replayability tinggi
  • Kualitas tata suara dan voice acting terasa natural
  • Format rilis menarik
  • QTE cepat dan tanpa toleransi kesalahan membuatnya terasa lebih genting

Kekurangan

  • Jump scare terasa murahan
  • Transisi layar hitam menghancurkan ilusi cerita yang berkelanjutan
  • Mode multiplayer tanpa matchmaking
  • Kurang seram

Please rate this

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here