Review NBA 2K20

1
70
5/5 (2)

Jagoangame.com – Musim baru bisa dikatakan jadi tantangan berat bagi para developer game olahraga. Pasalnya, mereka harus membuat seri game baru yang dituntut (oleh penggemar) lebih baik tiap tahunnya. Tantangan ini pun dirasakan betul oleh Visual Concepts bersama 2K Esports yang baru aja merilis NBA 2K20.

Tantangan yang dihadapi oleh Visual Concepts selaku developer sama beratnya dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, NBA 2K19 terbilang berhasil mencetak standar yang cukup tinggi untuk sebuah game bola basket yang fantastis.

Baca Juga :

Pertanyaannya, apakah NBA 2K20 mampu meningkatkan standar tersebut? Ataukah justru game ini jadi tenggelam karena tidak mampu memuaskan ekspektasi penggemar?

Kalau kalian ngaku sebagai penggemar olahraga bola basket, NBA, atau sekadar suka main game bola basket, ulasan di bawah ini bisa menjadi jawaban atas pertanyaan di atas. Yuk simak reviewnya berikut ini :

Gameplay NBA 2K20 Berkualitas Tinggi

Seperti yang sudah disinggung di atas, Visual Concepts punya tanggung jawab yang cukup berat. Setiap tahun, seri NBA 2K selalu dituntut untuk menyajikan game basket berkualitas tinggi yang harus lebih baik dibanding pendahulunya.

NBA 2K20 bisa dikatakan menjadi suksesor yang baik. Khususnya jika kita membahasnya dari segi gameplay dan pengalaman bermain.

Dari segi gameplay, game ini menjadi yang terbaik dari semua seri yang pernah dirilis. Memang, semuanya belum bisa dikatakan sempurna.

Namun, upaya Visual Concepts untuk mengejar kesempurnaan tersebut patut diacungi dua jempol. Saat bermain, gameplay terasa lebih realistis dan alami. Bisa diibaratkan kita seperti sedang memainkan para atlet NBA yang sedang beraksi di layar kaca.

Salah satu yang paling terasa perubahannya adalah mekanisme dribel yang semakin terasa khas untuk tiap pemain yang kalian gunakan. Jadi, tiap pemain punya gerakan dribel khasnya tersendiri. Implementasi ini bukan cuma diterapkan pada animasi, tapi juga saat kalian memainkannya.

Logika permainan pun juga terus disempurnakan. Enggak ada lagi kasus pemain Center yang lamban punya kecepatan setara dengan pemain Guard yang atletis dan gesit.

A.I di dalam game pun juga terasa makin cerdas. Jadi, jangan harap kalian bisa menzalimi mereka seperti sebelumnya.

Meski begitu, ada beberapa kekurangan yang cukup terasa. Salah satunya adalah gerakan layup yang terasa lebih lambat. Beberapa kali KINCIR terkena blok musuh saat melakukan layup, padahal seharusnya musuh berada cukup jauh dan tidak bisa lagi menjangkau bola.

Penyempurnaan Visual NBA 2K20

Visual Concepts tahu betul gameplay bukanlah satu-satunya hal yang harus dibenahi untuk menciptakan game basket yang sempurna. Untuk itulah mereka juga tak lupa untuk menyempurnakan estetika, baik dari secara visual maupun pendengaran.

Jika kalian sudah puas dengan kualitas grafik yang ditawarkan NBA 2K19, kalian akan lebih termanjakan lagi di game ini.

Semua terlihat sangat detail, mulai dari proporsi tubuh yang makin pas, pencahayaan dan posisi bayangan yang makin realistis, rendering tato pemain yang makin detail, hingga cutscene di mode MyCareer yang makin enak untuk dipandang.

NBA 2K20 juga tak main-main dengan janji penyempurnaan motion capture para pemain. Visual Concepts berhasil mengeksekusinya dengan baik. Animasi gerakan para pemain jadi terlihat benar-benar sesuai dengan gerakan sesungguhnya.

Tak hanya visual, efek suara di game ini juga disempurnakan. Suara kecil hingga decitan sepatu pemain saat bermanuver pun makin terdengar sehingga membuat permainan terasa makin realistis.

Mode Liga WNBA

Sejak diumumkan pertama kali, NBA 2K20 menjadi sorotan karena menjadi game basket pertama di dunia yang memasukkan mode permainan khusus atlet basket cewek. di game ini, kalian bisa memainkan para srikandi bola basket dari liga WNBA.

Pada awalnya, mode ini terasa tak ada bedanya. Memang sebenarnya para pemain cewek tersebut tak lebih dari variasi karakter yang ditawarkan di game ini. Ibaratnya seperti menambah para pemain cowok dengan tinggi yang berbeda, tapi dengan skillset yang setara dengan lawan jenisnya.

Namun, semua mulai terasa berbeda saat kalian memainkannya. Dengan perbedaan postur dan kemampuan atletis, tempo permainan pun jadi lebih lambat.

Di mode ini, kalian secara tak langsung dituntut untuk lebih taktis. Kalian tak bisa lagi melakukan penetrasi berujung dunk dengan mudah seperti para pemain cowok di mode normal.

Sayangnya, entah kenapa Visual Concepts enggak membiarkan kita mengadu para pemain cewek dengan pemain cowok. Meski memang tak seimbang, melihat kaum hawa dan adam beradu skill tentu akan terasa menyenangkan.

Mode MyPLAYER

Komitmen Visual Concepts untuk membenahi seri terbaru NBA 2K juga terlihat dari mode MyPLAYER. Mereka pun membuktikan keseriusannya lewat kolaborasi dengan Springhill Entertainments, rumah produksi Hollywood yang saat ini sedang mengerjakan Space Jam 2.

Mode narasi NBA 2K20 juga makin terasa epik dengan deretan selebritas Hollywood yang jadi pengisi suara. Sebut saja Idris Elba (Hobbs & Shaw), Rosario Dawson (The Lego Batman Knight), serta para pemain NBA seperti Kawhi Leonard, Kemba Walker, hingga pemain legenda seperti Scottie Pippen.

Game ini juga mengajak kalian merasakan problematika yang dihadapi oleh para calon bintang NBA saat ini. Premis cerita yang dibawa berfokus kepada Che, pemain basket kuliah yang dihadapkan dengan dilema antara mementingkan impian.

Sayang, meski punya premis yang apik, keseluruhan MyPLAYER masih terasa serba nanggung. Ada beberapa kekurangan yang cukup terasa seperti keberadaan para aktor Hollywood yang terasa kurang dimanfaatkan secara maksimal.

Minimnya ekspresi yang ditampilkan oleh para karakter CGI harus diakui jadi faktor utama terasa nanggungnya mode ini. Hal ini pun membuat pemain cenderung akan lebih memilih melewatkan cutscene untuk langsung bermain.

Fitur Face Scan

NBA 2K20 sebenarnya mampu menyajikan pengalaman bermain kelas atas dengan kombinasi gameplay, estetika, serta ragam modenya. Sayang, upaya Visual Concepts untuk menyempurnakan game ini sedikit ternoda dengan adanya fitur MyFace.

Untuk informasi, MyFace merupakan fitur sinkronisasi antara NBA 2K20 dan aplikasi smartphone MyNBA2K20. FItur ini memungkinkan kalian untuk memindai wajah kalian sendiri yang bisa digunakan untuk karakter pada mode MyCareer.

Fitur ini memang terdengar epik. Sebab, kapan lagi kalian bisa bermain sebagai diri sendiri dan menjadi superstar NBA? Sayangnya, bukannya membuat kalian makin bahagia, hadirnya fitur ini justru bikin kesal.

Untuk bisa menampilkan wajah kalian di dalam game, ada beberapa langkah yang harus kalian penuhi. Pertama, kalian harus masuk ke aplikasi, lalu pilih opsi Scan Face. Kemudian, kalian memutarkan kepala secara perlahan agar seluruh bagian wajah bisa dipindai.

Masalah mulai terasa saat kalian memutar kepala. Pasalnya, memindai wajah menggunakan aplikasi MyNBA2K20 ternyata enggak semudah yang dibayangkan. Beberapa kali Jagoan Game gagal memindai wajah meski posisi sudah sesuai arahan.

Saat masalah dikira sudah usai, muncul masalah lain yang kali ini bikin naik pitam. Saat sudah sukses memindai wajah, kalian lalu harus mengunggah hasil pindaian wajah dan menyambungkannya ke dalam game.

Semua terasa menyebalkan saat aplikasi gagal mengunggah data wajah ke game. Pasalnya, aplikasi enggak menyimpan data wajah yang telah kalian ambil. Artinya, kalian pun harus mengulang proses pemindaian wajah yang melelahkan.

Selain itu, masalah lain yang Jagoan Game rasakan adalah game yang tak bisa mereset tampilan MyPlayer. Jika kalian sudah terlanjur memilih wajah bawaan, sistem dalam game tak memungkinkan untuk mengulang proses meskipun kalian sudah menghapus datanya.

Mode MyTeam

Di saat penggemar berharap mikrotransaksi segera pergi dari NBA 2K, Visual Concepts justru terus mengedepankan elemen ini untuk mode daring. Lagi-lagi, mikrotransaksi tetap terasa tidak memyenangkan di NBA 2K20 dan terasa tak jauh berbeda dengan seri sebelumnya.

Terlebih jika bicara soal mode MyTeam. Karena menggunakan sistem gatcha, faktor keberuntungan pun punya peran besar. Sistem ini pun membuat elemen pay-to-win sangat terasa di game ini karena mereka yang rela menggelontorkan banyak uang punya kemungkinan besar untuk mendapat kartu bagus

Seperti sebelumnya, sistem Virtual Currency (VC) kembali hadir di game ini. Sistem ini mendapat kritik yang cukup pedas dari penggemar karena dianggap terlalu memerah pemain yang ingin menjadi yang terbaik di mode daring seperti PARKS, MyNeighborhood, serta MyTeam.

NBA 2K20 sebenarnya hadir dengan beberapa perbaikan seperti kembali digratiskannya model rambut. Selain itu, VC yang sebelumnya sulit didapat, kini bisa kalian raih dengan terus bermain sambil menuntaskan misi yang diberikan.

Bila disimpulkan, NBA 2K20 merupakan pembenahan nyata dari seri pendahulunya. Segi gameplay, estetika, dan fitur baru yang ada menjadi keunggulan yang terlihat menonjol. Berkat kombinasi apik tiga aspek tersebut, pengalaman bermain game basket pun jadi lebih epik dibanding sebelumnya.

Di sisi lain, game ini masih terasa seperti patch baru dari NBA 2K19. Beberapa mode seperti MyLeague, Blacktop, dan MyTeam terasa sama. Fitur baru seperti MyCareer dan MyFace juga seakan dikembangkan setengah hati.

Meski begitu, NBA 2K20 sudah lebih cukup untuk menjadi hiburan bagi penggemar game dan basket. Memang ada kekurangan yang tampak mengganggu. Namun, selama pengalaman bermain basket tetap terasa epik, kekurangan tersebut pun lambat laun bisa terlupakan dengan sendirinya.

Nah, itulah review game NBA 2k20. Apakah kalian juga sudah mencobanya. Share pendapat kalian di kolom komentar, ya. Ikuti terus Jagoan Game untuk konten ulasan game terbaru selanjutnya

Please rate this

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here