Review SEKIRO: SHADOWS DIE TWICE

2
82
5/5 (13)

Jagoangame.com – Sebuah seri Souls yang tidak akan bisa dipandang sebagai sebuah “seri Souls”, terlepas dari betapa absurdnya kalimat yang satu ini, namun cita rasa inilah yang hendak ditawarkan oleh From Software dan Activision lewat proyek teranyar mereka yaitu Sekiro: Shadows Die Twice.

Berangkat dari pondasi untuk mengembangkan sebuah seri Tenchu baru yang tumbuh menjadi sebuah game yang punya identitas berbeda, Sekiro: Shadow Die Twice berbagi DNA Souls namun dengan pendekatan fitur dan gameplay yang unik. Sebuah seri yang bahkan cukup untuk membuat para veteran sekalipun kini harus membuang apa yang mereka tahu dan belajar kembali, apalagi dengan penekanan pada pertempuran pedang yang seru.

Baca Juga :

Pendekatan game action RPG dengan kesulitan tinggi adalah sesuatu yang sudah melekat kuat dalam game besutan From Software. Developer yang dikenal luas dari franchise mecha Another Century dan Armored Core ini telah melahirkan franchise game RPG yang sangat sulit lewat Demon’s Souls hingga Bloodborne. Walaupun terdengar merepotkan, formula gameplay yang sangat menantang justru menjadi adiksi tersendiri dan membuat banyak gamer jatuh cinta pada game besutan mereka.

Berbekal kepercayaan dari para fans, mereka akhirnya kembali mengembangkan game terbaru dengan pendekatan formula yang hampir serupa lewat Sekiro: Shadows Die Twice.

Game yang awalnya direncanakan sebagai seri terbaru Tenchu ini adalah game action dengan pendekatan elemen RPG yang khas dari seri Soulsborne. Selain menghadirkan jalan cerita yang lebih jelas dengan karakter utamanya sendiri, Sekiro juga hadir dengan banyak perombakan baru yang membuat tempo gameplaynya menjadi lebih cepat, menantang dan strategis di saat bersamaan.

Jagoan Game sendiri sudah mendapatkan kesempatan untuk memainkan game ini di beberapa event khusus, dan akhirnya waktu untuk menjajal versi finalnya telah datang. Berbekal pengalaman bermain selama beberapa hari dan sedikit komparasi dari versi demonya, Jagoan Game sudah merangkum impresi yang ada dalam review di bawah ini

PLOT Sekiro: Shadows Die Twice

Sekiro: Shadows Die Twice dimulai dengan cutscene sinematik yang menceritakan latar belakang konflik serta pengenalan pada sosok karakter utamanya. Dalam game ini kamu akan berperan sebagai seorang shinobi bernama Sekiro atau The Wolf (hanya sebutan), yang diberikan tugas untuk melindungi master barunya.

Pada awal pengenalan cerita, Sekiro adalah remaja kecil yang terjebak dalam peperangan besar dan ditemukan oleh shinobi The Owl, yang kemudian mengangkatnya sebagai murid sekaligus anak angkatnya.

Karena master Kuro adalah keturunan klan kuno yang diberkati dengan kekuatan misterius untuk membangkitkan orang yang mati, dia sudah menjadi incaran oleh para petinggi Ashina, termasuk Genichiro Ashina yang berhasil membunuh Sekiro dan kemudian menculik master Kuro.

Sekiro kemudian bangkit kembali di sebuah kuil terdekat yang dihuni oleh seorang pengukir patung Buddha, sekaligus orang yang merawat dan memberikan Prosthetic Arm sebagai tangan penggantinya yang telah putus. Bermodalkan tekat kuat dalam mengemban tugasnya, Sekiro akhirnya memulai perjalanan balas dendamnya demi menyelamatkan sang master yang telah diculik.

Dari sinilah jalan cerita akan bergantung sepenuhnya pada aksi yang kamu lakukan. Kamu bisa mengeksplor suatu area dan mendapatkan gambaran cerita dari persepktif yang lebih berbeda, seperti bagaimana kamu bisa kembali ke masa 3 tahun yang lalu dan harus berhadapan dengan konflik penyerangan para bandit di Hirata Estate.

Sayangnya, ini bukan pekerjaan yang mudah. Salah satu pihak yang tertarik pada Kuro, The Divine Heir berhasil menculik dan menawannya. Padang bunga yang dramatis di bawah cahaya rembulan membuka tabir misteri terkait sosok Genichiro yang memperlihatkan ketertarikan besar pada Kuro. Namun seperti yang bisa diprediksi, pertarungan pedang penuh dentingan tersebut justru membuat karakter utama Anda yang biasa disebut sebagai “The Lone Wolf” berujung kehilangan tangannya. Ia dibiarkan tergeletak, kehabisan darah, di padang bunga yang indah.

Namun takdir kematian sepertinya masih “bersahabat”. Anda justru terbangun di sebuah kuil Budha penuh ukiran yang aneh. Seorang karakter misterius di sana justru memberikan Anda sebuah tangan buatan yang dibangun dengan tulang untuk menggantikan tangan Anda yang putus tersebut. Kini peran Anda sebagai seorang Shinobi bahkan jauh lebih mematikan lagi, mengingat tangan ini bisa berubah menjadi begitu banyak jenis senjata yang lain. Misi Anda kini hanya satu, merebut kembali Kuro.

Jika ada hal yang membuat Jagoan game suka dengan cerita dalam game ini, itu adalah bagaimana setiap karakter memiliki peran pentingnya masing-masing serta pencarian benang merah yang lebih mudah untuk memahami ceritanya.

Gameplay

Mekanik gameplay paling unik Sekiro sebenarnya tidak terletak pada konsep kebangkitan kembali yang terus didengungkan oleh From Software. Daya tarik utamanya justru terletak pada dua konsep yang menjadi pondasi setiap pertempuran yang Anda lewati yaitu Posture dan Vitality.

Kehadiran keduanya resmi mengganti sistem Stamina yang menjadi “kunci” dari seri Souls dan Bloodborne. Kombinasi dua elemen ini akan siap untuk membuat gamer veteran Souls sekalipun kini harus mengubah mindset yang ada untuk bisa menguasai Sekiro dan menundukkan setiap tantangan yang ada. Karena alih-alih melakukan evade dan roll seperti kebiasaan Souls selama ini, Sekiro justru berfokus pada satu aksi yaitu Deflect / Parry.

Cara paling sederhana adalah memandang “Posture” sebagai armor dan Vitality sebagai “HP” yang selama ini Anda kenal di banyak game RPG. Setiap pertarungan yang Anda lewati, baik dari musuh biasa, mini-boss, ataupun boss sekalipun difokuskan pada satu hal – membuka celah untuk mengeksekusi Deathblow yang punya asosiasi kuat dengan kata menang. Beberapa varian musuh biasanya butuh eksekusi Deathblow lebih dari satu kali, bergantung pada jumlah lingkaran merah di atas bar Vitality mereka yang biasanya mengindikasikan jumlah Deathblow yang harus mereka terima. Deathblow bisa tercapai jika satu di antara dua kondisi terpenuhi: Posture mereka penuh atau Vitality mereka habis.

Maka untuk memenangkan setiap pertempuran, Anda bisa memilih fokus di antara dua hal: memenuhi Posture musuh dan mengeksekusi Deathblow, atau menghabisi Vitality musuh dan mengeksekusi Deathblow. Kerennya lagi? Posture dan Vitality juga saling bersinggungan satu sama lain. Besar kecilnya jumlah Vitality yang dimiliki akan mempengaruhi cepat atau tidaknya Posture pulih. Semakin besar jumlah Vitality Anda, semakin cepat Posture akan turun pada saat karakter (baik Anda ataupun musuh) diam tidak melakukan apapun.

Pulihnya Posture berarti mempengaruhi banyaknya serangan yang bisa Anda block atau deflect, memberikan keuntungan tersendiri pada pertempuran. Sementara di sisi lain, pulihnya Posture bagi musuh berarti memperkecil kesempatan Anda untuk menempuh Deathblow dari sisi tersebut. Intinya? Anda ingin menjaga Posture Anda tetap rendah dan Posture musuh tetap tinggi.

sistem Vitality – Posture ini akan langsung mindset Anda menghadapi setiap pertempuran di Sekiro. Karena cara paling efektif untuk menghabisi setiap musuh yang Anda temui, apalagi dengan sistem tanpa stamina yang ia usung, adalah berfokus dengan memenuhkan bar Posture mereka. Bahwa Anda harus memastikan tidak ada satupun detik yang terisi dengan masa tenang untuk musuh Anda, hingga mereka bisa memulihkan sisi Posture ini. Setiap aksi Anda harus difokuskan untuk membuat bar Posture tersebut semakin penuh atau setidaknya bertahan dan tidak berkurang sama sekali untuk efektivitas permainan.

Bar Posture musuh ataupun Anda akan penuh seiring dengan begitu banyaknya serangan yang Anda block atau deflect. Melakukan aksi Deflect, dimana Anda menekan tombol block di saat momen tepat musuh menyerang ala game ritme akan menghasilkan damage Posture yang lebih besar pada musuh.

Di celah masa tenang sehabis serangan musuh, Anda bisa mengirimkan satu atau dua jenis serangan biasa yang mungkin tidak akan masuk melukai Vitality musuh, namun akan efektif untuk membuat mereka melakukan block / deflect, yang notabene berarti membuat bar Posture mereka tetap terpengaruh dan tidak akan berakhir turun begitu saja.

Terkadang solusi yang paling efektif untuk menghabisi mereka, terutama untuk musuh yang punya serangan cepat dengan begitu banyak kombinasi adalah melakukan Deflect secara konstan, menunggu Posture musuh penuh karena aksi mereka sendiri. Tentu saja, tidak lupa Anda berusaha menyerang di timing yang tepat, sekali lagi dengan fokus bukan untuk melukai Vitality, tetapi membuat Posture mereka tidak turun. Niscaya Anda akan menguasai Sekiro dengan cepat.

Namun tentu saja, Anda tidak akan bisa menggunakan strategi seperti ini untuk memenangkan setiap pertempuran. From Software sepertinya sudah memikirkan hal ini dengan matang. Sebagian besar musuh akan melebur serangan kombinasi mereka atau setidaknya punya 2-3 moveset yang berisikan serangan berdamage besar yang tidak bisa Anda block / deflect dengan cara biasa. Serangan-serangan yang biasanya dibuka dengan sebuah tulisan kanji merah dan bunyi efek yang khas ini menuntut sebuah reaksi instan dari Anda.

Jika otak Anda tetap “terkunci” pada posisi block / deflect, maka Anda akan menerima damage besar yang mengesalkan. Secara garis besar, ada dua kategori serangan-tidak-bisa-diblock milik musuh: Swipe dan Thrust, yang masing-masing sebenarnya memiliki counternya sendiri, namun lebih kompleks. Jika Swipe, maka Anda harus melompat. Jika Anda melompat ke arah musuh dan menginjaknya, Anda bisa menghasilkan damage Posture.

Sementara untuk serangan tipe Thurst, Anda harus melakukan sesuatu yang disebut sebagai Mikiri Counter – dimana alih-alih menghindar, Anda justru harus bergerak menuju ke arah serangan thrust tersebut dan menahannya, lagi-lagi untuk ekstra damage Posture.

Maka seperti sebuah dansa intens dengan nyawa sebagai taruhannya, Anda juga harus mulai mempelajari jenis serangan tidak bisa diblock milik musuh, terutama saat Anda melawan mini-boss atau boss. Mengingat mereka biasanya diperkuat dengan beberapa moveset yang bisa berujung serangan Swipe ataupun Thrust, Anda mulai harus mempelajari animasi pembuka yang untungnya, biasanya berakhir jelas sebelum serangan ini dieksekusi dan kemudian merespon dengan counter yang tepat. Pelan tapi pasti, Anda akan menemukan ritme dan cara bagaimana seharusnya Sekiro dimainkan.

Tidak rajin melakukan aksi eksplorasi juga berpotensi membuat Anda melewatkan begitu banyak pertarungan mini-boss yang tersebar di level yang ada. Pertarungan yang biasanya menuntut keahlian pedang ini memang bukan sekedar untuk membuat Anda “sibuk” dan menyulitkan Anda. Ada reward yang pantas untuk dikejar. Pertama, membunuh mereka akan menghapus mereka secara permanen dari pertama, membuat area manapun yang sempat mereka huni kini akan lebih aman jika pada situasi tertentu, Anda harus kembali ke sana berulang dan berulang kali. Kedua? Tentu saja item bernama “Prayer Bead” yang jika terkumpul 4 buah, bisa digunakan untuk meningkatkan jumlah total Vitality dan Posture Anda.

Setiap mini-boss yang Anda temui akan menghadiahi Anda item berharga ini, yang membuat proses eksplorasi menemukan dan bertarung dengan mereka menjadi sesuatu yang pantas dikejar. Untungnya, pertarungan boss utama di cerita yang akan menghadiahi Anda item bernama Memory yang bisa ditukar untuk meningkatkan Attack Power, sebagian besar darinya tidak akan bisa dilewatkan. Bergantung pada jalur cerita yang Anda pilih, setidaknya hanya ada satu pertarungan boss yang bisa Anda lewatkan jika Anda tidak melakukan aksi tertentu.

Desain Dunia

Salah satu desain baru yang menarik dari Sekiro adalah dunia yang kini punya ruang vertikalitas yang jauh lebih luas dibandingkan seri-seri game From Software sebelumnya. Mengingat kini sang “Lone Wolf” memiliki Prosthetic Arms yang juga bisa berfungsi sebagai grappling hook, Sekiro datang dengan kemampuan mobilitas yang jauh lebih tinggi.

Anda bisa dengan mudah bergerak ke tempat lebih tinggi, dari satu tempat ke tempat lainnya, hingga di beberapa titik area membuat Anda bergerak tak ubahnya Batman atau Spider-Man. Ada dua hal yang bisa Anda capai dengan sistem seperti ini: mencari tempat strategis untuk berburu stealth kill, bahkan melawan mini-boss sekalipun dan tentu saja, kesempatan lebih baik untuk menghindari mereka atas nama mencari Idol terdekat.

Desain yang secara vertikal lebih tinggi ini memang membuat From Software memang harus membuat beberapa penyesuaian. Pertama, tentu saja memastikan bahwa sebagian besar musuh yang Anda hadapi kini punya kemampuan mobilitas tinggi yang sama. Dibandingkan dengan musuh-musuh di Souls atau Bloodborne, varian musuh yang bisa melompat tinggi dan bergerak sama cepatnya dengan Anda akan bertambah di Sekiro.

Varian musuh dengan serangan range juga kini lebih banyak untuk memastikan Anda secara konsisten tetap merasa terancam. Kedua, alih-alih membuat Anda tewas secara instan, Sekiro kini menyuntikkan sistem Fall Damage bahkan ketika Anda jatuh ke jurang terdalam sekaligus. Anda akan mendapatkan damage yang cukup signifikan, namun akan langsung dibawa kembali di tempat terakhir Anda tewas.

game ini juga menjadikan platforming sebagai salah satu bagian tantangan. Ada begitu banyak tempat yang harus Anda akses dengan sedikit kepercayaan diri dengan manuver vertikal Anda, baik ketika Anda berusaha melompat tinggi dengan grappling hook atau sekedar berusaha mengakses area di bawah yang terlihat cukup untuk membunuh Anda.

Tidak hanya sekedar meninggi ke atas saja, Sekiro juga menghadirkan desain level yang luas ke bawah. Seperti yang kita tahu, ia memang dibekali dengan kemampuan berenang, tidak seperti seri Souls ataupun Bloodborne. Namun seiring dengan progress cerita yang ada, Anda ternyata tidak hanya akan berenang di permukaan saja. Benar sekali, Sekiro: Shadows Die Twice juga menghadirkan kemampuan menyelam yang di titik cerita pertengahan, akan membuka area baru yang belum pernah Anda temukan sebelumnya.

Proses menyelam ini juga diikuti dengan kemampuan bertarung yang memungkinkan Anda untuk menggunakannya demi beburu ikan berharga atas nama sisiknya yang bisa dijadikan mata uang di merchant khusus atau bahkan, pertarungan melawan mini-boss di dalamnya. Desain level di dalam air yang memesona dengan efek cahaya yang unik juga siap menemani.

Petualangan untuk menjadi Shinobi

Kesamaan lain yang bisa ditemukan di Sekiro adalah keberadaan homebase yang masih dipertahankan. Kuil awal yang merupakan tempat dari sang pengukir memiliki peran yang sama seperti Firelink Shrine di Dark Souls, dimana kamu bisa kembali ke tempat ini dan mendapatkan akses untuk melakukan berbagai upgrade yang nantinya akan Jagoan Game jelaskan lebih dalam.

Sebelum mengeluh akan gameplaynya yang terlalu sulit, perlu diketahui kalau Sekiro: Shadows Die Twice adalah game yang berbeda dari Soulsborne series. Walaupun ada banyak kesamaan yang bisa dilihat antara keduanya, Sekiro adalah game yang menuntut pemain untuk mendalami mekanismenya secara serius.

Dalam game ini kamu berperan sebagai seorang Shinobi dengan kemampuan mobilitas tinggi dan sangat lincah. Berbekal kemampuan tersebut saja, pemain bisa memanfaatkannya untuk mencoba berbagai gaya bermain berbeda, baik itu stealth maupun pertarungan jarak dekat yang memanfaatkan kecepatan gerak tinggi.

Porsi gameplaynya sendiri dibagi dalam pertarungan serta ekplorasi. Untuk pertarungan, kamu akan dibekali dengan Katana pendek bernama Kusabimaru dan berbagai Trick Tool khusus dari Shinobi Prosthetic. Peran elemen stealth dalam game ini cukup esensial, karena kamu bisa membunuh musuh secara diam-diam dengan melancarkan “Death Blow.” Jika terlibat dalam pertarungan langsung, maka kamu harus bersiap dalam pertarungan adu pedang yang intens.

Setiap musuh dalam Sekiro memiliki pertahanan kuat yang sulit ditembus, jadi memberikan efek stagger untuk melancarkan Death Blow adalah cara paling efektif. Untuk melakukannya, kamu harus mengisi bar “Posture” musuh dengan melancarkan dan menangkis serangan secara konsisten. Posture sendiri adalah indikator yang memperlihatkan daya tahan musuh dalam menahan serangan (mirip dengan stamina), jadi jika bar tersebut penuh, maka ada momen selama sepersekian detik bagi kamu untuk menghabisi mereka.

Posture tidak hanya dimiliki musuh saja, karena karakter yang kamu mainkan juga memiliki Posture sendiri. Kamu bisa menggempur serangan dengan menekan tombol Block, namun Posture dari karaktermu akan bertambah lebih banyak daripada melakukan Deflect sempurna. Menangkis serangan memegang peranan yang sangat penting setiap kali kamu dihadapkan pada pertarungan. Karena selain tidak memakan banyak Posture, tangkisan yang sempurna juga bisa membuat musuh terdorong dan membuka peluang bagi kamu untuk melancarkan counter slash atau meningkatkan posture musuh dengan lebih cepat.

Jadi seperti yang bisa dilihat, menahan dan menangkis serangan adalah dua aksi yang sangat berbeda di game ini.

Setiap musuh terkadang juga memiliki tiga serangan berbeda yang tidak bisa ditangkis seperti serangan Thrust, Grab dan Swing. Tipe serangan ini selalu ditandai dengan huruf kanji merah yang muncul tepat sebelum mereka melancarkannya, jadi kamu akan memiliki momen sesaat untuk bereaksi dan mengantisipasi serangan yang ada. Serangan Thrust biasanya dapat diantisipasi dengan melancarkan Mikiri Counter atau parry yang memanfaatkan kaki untuk menginjak senjata musuh, serangan Grab dengan gerakan side-step, dan Swing dengan melompat, setidaknya itulah berbagai cara paling efektif yang bisa kamu praktikan.

Jika semua itu masih terasa belum menantang, game ini memiliki beberapa tipe musuh dengan health bar berlapis dan mekanisme pertahanan yang sangat kuat. Contohnya sendiri bisa dilihat dari banyaknya mini-boss yang akan kamu temui di jalan hingga monster tipe spirit seperti Headless yang kebal dengan serangan fisik. Mempelajari kelemahan musuh dan mendalami gaya bermain layaknya Shinobi adalah dua kunci utama bagi kamu yang ingin bertahan di game ini, jadi walaupun ada satu musuh atau area yang terasa mustahil untuk ditaklukan, pasti selalu ada cara berbeda yang hanya bisa dilakukan oleh seorang shinobi sejati.

Ada banyak tantangan yang bisa Anda lewati dengan jauh lebih mudah jika Anda bermain dengan lebih strategis. Ada setidaknya tiga buah situasi yang sempat kami lewati, simak dibawah ini

  1. hampir sebagian besar mini-boss yang Anda temui bisa Anda stealth-Deathblow setidaknya satu kali untuk memberikan Anda keuntungan strategis. Desain level Sekiro biasanya memuat satu ekstra “jalan alternatif” yang jika Anda lalui secara hati-hati, akan memberikan opsi tersebut. Berusaha membunuh mini-boss mengancam yang hanya memiliki satu bar lapisan Vitality saja untuk dihabisi tentu jauh lebih menyenangkan daripada melawan yang masih menyisakan dua lapisan. Konsep seperti ini akan mendorong Anda untuk berupaya mencari jalan alternatif terlebih dahulu daripada sekedar bertarung membabi buta.
  2. Menggunakan Prosthetic Arms milik sang Lone Wolf. Tidak kesemuanya adalah item yang bisa dibilang ofensif, beberapa di antaranya akan efektif melawan tipe musuh tertentu. Firecrackers misalnya selalu efektif melawan beast alias binatang apapun, dari kuda hingga banteng. Mereka selalu terkejut dengan item ini yang tentu saja, membuka ruang bagi Anda untuk menyerang dengan lebih bebas. Sementara Prosthetic lain seperti payung besi yang membuka layaknya perisai, selalu efektif dengan serangan AOE mini-boss atau boss yang tidak bisa ditahan dengan sekedar block / deflect. Dengan Prosthetic seperti Finger Whistle yang berperan sebagai peluit misalnya, Anda bisa menarik perhatian satu musuh secara spesifik tanpa menarik perhatian gerombol yang lain. Dengannya, Anda bisa menghabisi sebuah kelompok musuh yang sulit, pelan tapi pasti.
  3. Yang paling keren adalah elemen kekuatan lain dari Lone Wolf yakni – Ninjustu.  Menjadi skill aktif yang bisa diakses dengan Spirits Emblems sebagai resource, Ninjustu akan menambahkan ekstra efek lain untuk setiap stealth kill yang Anda akses. Ada Ninjutsu yang akan memberikan sedikit efek ledakan asap yang akan membuat musuh di sekitar sedikit stagger dan terbuka pada serangan lanjutan Anda. Ada pula Ninjutsu yang akan memberikan akses instan pada serangan energi dari pedang Anda untuk AOE lebih luas. Namun Ninjutsu yang di mata kami terpenting dan sejauh ini paling strategis adalah Puppeteer. Seperti nama yang ia usung, Ninjutsu ini akan memungkinkan siapapun musuh yang Anda bunuh untuk berperan sebagai boneka Anda. Dengan mata biru menyala, ia akan membantu Anda bertempur. Di situasi tertentu, Anda bahkan bisa membuatnya tampil sebagai decoy untuk pertarungan mini-boss yang akan membuatnya lebih mudah.

Namun bukan berarti, gamer veteran Souls / Bloodborne yang menginginkan gameplay lebih sulit tidak punya opsi untuk meningkatkan tingkat kesulitan yang ada. Kita tentu tidak bicara soal opsi tingkat kesulitan yang sudah pasti absen dari game seperti ini. Sekiro menawarkan dua buah opsi, yaitu :

  1. Ada item bernama Demon Bell yang bisa Anda dapatkan dengan membunyikan sebuah lonceng raksasa di atas kuil. Item ini akan secara otomatis masuk ke dalam kantong Anda dan otomatis membuat semua musuh yang Anda temui kini punya damage lebih besar dan mematikan. Sebagai gantinya, Anda akan mendapatkan reward lebih baik dari pertarungan yang ada.
  2. Untuk New Game+, Anda punya opsi untuk mengembalikan charm milik Kuro di awal permainan. Hilangnya Charm ini akan membuat musuh tidak hanya punya damage lebih sakit, tetapi membuat sistem block Anda (bukan deflect sempurna) kini juga disertai dengan damage. Menambahkan kedua elemen ini siap untuk membuat siksaan yang Anda terima lebih mumpuni.

Secara garis besar, kami sepertinya berkesimpulan bahwa dibandingkan Souls dan Bloodborne, Sekiro terasa lebih mudah. Tentu saja selama Anda membuang mindset roll ala Souls / Bloodborne dan mulai memaksimalkan efek Deflect yang seharusnya. Selama Anda ingat bahwa Anda punya banyak Prosthetic Arms dan Ninjutsu untuk mengatasi tantangan yang ada. Jika Anda ingin pengalaman Anda lebih sulit, Sekiro juga menyediakan opsi tersebut.

Meningkatkan Kemampuan

Kamu bisa meningkatkan kemampuan bertarung serta efek pasif lainnya dengan mengakses skill tree. Kamu bisa membuka skill baru setelah mendapatkan XP skill yang cukup dari musuh yang berhasil dibunuh. Semakin kuat musuh yang kamu lawan, maka semakin besar pula XP skill yang kamu dapatkan untuk mengakses skill yang lebih mahal lagi. Selain skill biasa, Sekiro juga dibekali dengan kemampuan Ninjutsu yang sangat unik dan efektif, namun kamu hanya bisa menggunakan skill tersebut dengan mengonsumsi Spirit.

Shinobi ProstheticSekiro: Shadows Die Twice

Selain mengandalkan pengalamannya sebagai shinobi, Sekiro juga dibekali dengan kekuatan barunya yaitu Shinobi Prosthetic. Lebih dari sekedar tangan pengganti, Shinobi Prosthetic memiliki potensi kekuatan yang sangat luas. Kamu bisa menanamkan Shinobi Tool dan menjadikannya sebagai senjata baru mulai dari Loaded Shuriken untuk menyerang musuh dari jarak jauh, Flame Vent untuk menyemburkan bara api yang dapat membakar musuh, Firecracker untuk mengganggu fokus musuh dan melemahkan monster serta binatang, Loaded Umbrella yang dapat menahan serangan kuat musuh dengan perisai menyerupai payung, dan masih banyak lainnya.

Shinobi Prosthetic juga dapat digunakan sebagai Grappling Hook yang memungkinkan kamu untuk mengakses tempat yang lebih tinggi atau jauh dari jangkauan. Alat inilah yang membuat eksplorasi menjadi jauh lebih seru, karena kamu dapat mengontrol karakter dengan lebih bebas tanpa ada batasan ruang yang sempit. Melakukan eksplorasi juga merupakan kunci penting bagi kamu untuk mendapatkan item khusus seperti berbagai macam Trick Tool midsalnya, yang nantinya bisa kamu pasangkan ke Shinobi Prosthetic. Semua area dalam game ini memiliki atmosfer, tipe musuh, rahasia, serta latar belakang berbeda yang unik, jadi kamu tidak akan pernah merasakan momen membosankan saat melakukan eksplorasi.

Semua item penting yang kamu dapatkan nantinya bisa dibawa kembali ke Dilapitated Temple. Homebase utama ini adalah tempat yang memberikan kamu akses ke berbagai fasilitas khusus seperti mengupgrade kemampuan Shinobi Prosthetic atau memasang Trick Tool baru dengan mendatangi sang pengukir, meningkatkan kemampuan Healing Gourd dengan memberikan Gourd Seed ke sang dokter Emma, atau melatih jurus baru dengan berhadapan melawan Undead Soldier.

Kemampuan Shinobi Prosthetic memang sangat berguna dalam membalikan keadaan pada setiap pertempuran sulit, namun kamu tidak bisa selalu menggunakannya setiap saat. Setiap Trick Tool akan mengonsumsi item khusus bernama Spirit Emblem agar bisa digunakan. Item ini bisa didapatkan di beberapa tempat acak, setelah membunuh musuh, atau dengan membelinya lewat Sculptor’s Idol atau checkpoint khusus yang mirip dengan “Bonfire” di game ini. Karena bukanlah item yang selalu mudah untuk didapat, kamu tentunya harus memperhitungkan momen paling tepat untuk menggunakannya.

Karakter Bisa Hidup KembaliSEKIRO: SHADOWS DIE TWICE

Mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit sebelum kamu disuguhkan dengan tulisan kanji “DEATH” yang terpampang jelas di layar. Kematian adalah sesuatu yang sangat lumrah dalam game Soulsborne, dan Sekiro: Shadows Die Twice juga termasuk salah satunya. Daripada melempar pemain ke checkpoint terakhir, game ini hadir dengan mekanisme uniknya sendiri lewat sistem Resurrection yang memungkinkan karakter untuk kembali hidup satu kali lagi setelah terbunuh. Kekuatan misterius yang berasal dari master Kuro dan mengikat sang shinobi ini memang sangat berguna, namun ada pengaruh negatif yang juga mengikutinya.

Jadi saat karaktermu mati dan kamu terus membangkitkannya secara terus menerus, wilayah Ashina khususnya orang-orang yang memiliki ikatan dengan Sekiro (seperti sang pengukir atau NPC lainnya) akan terkena dampak dari wabah yang dinamai Dragonrot. Penyakit ini muncul saat kekuatan untuk bangkit dari kematian tersebut mengambil energi kehidupan dari seseorang. Karenannya, mereka yang terkena dampaknya akan menjadi semakin lemah dan memperlihatkan tanda-tanda kesehatan buruk seperti batuk yang bercampur darah.

Jika sudah muncul, Dragonrot dapat membuat sebagian quest sampingan terhenti sementara dan juga menurunkan kesempatan untuk memperoleh Unseen Aid. Unseen Aid sendiri adalah semacam bantuan yang didapatkan saat karaktermu mati, dimana XP Skill dan mata uang Sen yang kamu dapatkan tidak akan dipotong sebagai penalti. Dragonrot sendiri bisa disembuhkan dengan item khusus bernama Dragon’s Blood Droplet, yang nantinya perlu kamu gunakan saat beristirahat di Sculptor’s Idol.

Jika Dragonrot bukanlah masalah yang berarti bagimu, kematian secara terus menerus saat berhadapan dengan musuh sulit bisa memberikan perasaan frustasi sekaligus ketagihan. Setidaknya inilah yang Kru KotGa rasakan saat berhadapan dengan beberapa boss seperti Lady Butterfly. Saat berhasil mengalahkan fase pertama dari boss ini, Kru KotGa merasakan sensasi bermain yang sangat seru dan bahkan rela untuk mati lagi agar bisa melawan boss itu lagi. Sensasi ini tidak akan selalu kamu rasakan, karena pasti ada beberapa momen dimana boss yang harus dilawan justru menjadi sangat sulit dan semakin membuat stress. Daripada menurunkan Difficulty, kamu justru bisa membuat game ini semakin sulit dengan membunyikan Demon Bell, yaitu sebuah lonceng raksasa yang dapat melipatgandakan kekuatan musuh.

Kesimpulan

Dibalik perjuangan berat dan banyaknya kematian yang harus ditempuh untuk bisa menikmati Sekiro: Shadows Die Twice, pengalaman bermain yang Kru KotGa dapatkan dari game ini benar-benar sangat mengena.

Lebih dari sekedar suksesor Tenchu atau game bertipe Soulsborne yang khas dengan tingkat kesulitannya yang tinggi, Sekiro hadir dengan identitas kuatnya sendiri sebagai game action yang unik, keren, menawan, dan siap menguji skill serta kesabaranmu. Mulai dari pondasi cerita serta gameplay ekspansif yang bisa terus digali hingga akhir, rasanya tidak ada satupun momen dimana game ini absen dari kejutan baru.

Baca Juga :

5 Game Android LEGO Terbaik 2019

Sebagian besar pemain mungkin akan memberikan respon negatif akan tingkat kesulitannya yang tinggi dan tidak ramah dengan pemain baru, namun inilah pendekatan yang sudah menjadi ciri khas dari game besutan From Software, jadi hal tersebut tentunya tidak bisa dikritisi begitu saja. Karena itulah Kru KotGa kesulitan saat mencari kekurangan dari game ini, karena berdasarkan pengalaman bermain dan melihat kualitasnya secara keseluruhan, Sekiro: Shadows Die Twice adalah game yang penuh kesempurnaan. Jadi terlepas apakah kamu penggemar Soulsborne series atau tidak, game yang satu ini wajib kamu mainkan setidaknya satu kali seumur hidup.

Kelebihan Sekiro: Shadows Die Twice

  • Kualitas visual memesona
  • Sistem bangkit dari kematian yang seimbang
  • Sistem Posture – Vitality yang inovatif
  • Tingkat kesulitan menantang, tetapi rasional
  • Desain monster dan karakter
  • Cerita yang disampaikan eksplisit
  • Suara efek dan karakter yang pantas dipuji
  • Beragam ending yang bisa dikejar
  • Era Sengoku yang terasa seperti “kanvas” yang cocok
  • Konsep Prosthetic Arms dengan beragam fungsi
  • Ada banyak metode alternatif untuk menyelesaikan tantangan
  • Ada opsi untuk tingkat kesulitan lebih tinggi

Kekurangan Sekiro: Shadows Die Twice

  • Dragonrot tidak punya efek signifikan
  • Sistem kunci kamera terkadang “menggila”

Please rate this

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here