Review Star Wars Jedi Fallen Order

0
100
5/5 (15)

Jagoangame.com – Review Star Wars Jedi Fallen Order – Siapa yang tidak mengenal Star wars, ada banyak sekali fans dari film series ini. Terlepas dari fakta bahwa EA adalah sebuah perusahaan raksasa dengan modal besar dan tim bertalenta, mereka terhitung gagal memaksimalkan potensi kerjasama eksklusif 10 tahun dengan Disney terkait Star Wars, yang dilahirkan hanya berujung menjadi dua seri Battlefront yang walaupun secara visual memesona berkat implementasi Frostbite Engine, namun berujung tidak memuaskan. Kritik bahkan mewarnai keduanya, dari masalah terbatasnya konten hingga fitur microtransactions yang tampil bak lelucon.

Perilisan Star Wars Jedi Fallen Order garapan Respawn Entertainment agaknya berhasil menjawab keinginan fans yang telah lama mengharapkan game Star Wars yang fokus pada konten singleplayer.

Kami pun cukup berhasil dibuat terpesona selama memainkannya. Namun bukan berarti Fallen Order hadir tanpa cela. Ada beberapa hal yang sebenarnya sangat berpotensial untuk dikembangkan lebih jauh lagi.

Lantas, sebenarnya apa yang ditawarkan oleh Star Wars Jedi: Fallen Order. Jagoan Game kali ini akan mengulas review game ini, Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot Star Wars Jedi: Fallen Orders

Star Wars Jedi: Fallen Order mengambil timeline cerita antara Star Wars Episode III dan Episode IV. Setelah event di seri film ketiganya yang juga diikuti dengan runtuhnya Jedi Order, kubu Empire mengeksekusi sebuah perintah yang mereka sebut sebagai “The Order 66”. Isi perintahnya sederhana – memburu dan menghabisi siapapun yang memiliki keterkaitan dengan Jedi dan The Force, baik di masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.

Anda berperan sebagai seorang scavenger bernama Cal Kestis yang terlihat seperti seorang pria muda biasa yang bekerja untuk menyambung hidupnya. Namun sebuah kejadian yang begitu genting membuat Cal mau tidak mau berakhir harus menggunakan The Force.

Layaknya sebuah informasi gelombang yang tidak biasa, aksi yang dilakukan Cal akhirnya berujung mengundang tim Inquisitors – ujung tombak Order 66 ke planet tersebut, berusaha mencari dan menangani sang sumber penggunaan The Force. Cal yang terdesak mau tidak mau, harus membuka jati dirinya.

Dengan The Order 66 yang tengah berjalan, Cal langsung jadi buruan utama The Inquisitors.
Dengan menggunakan Light Saber gurunya yang masih ia simpan dengan baik, di tengah hadapan para anggota The Inquisitors yaitu Second Sister, Cal pun harus membela diri.

Namun statusnya sebagai seorang Padawan yang notabene berada di bawah Jedi membuatnya tidak punya kemampuan setara untuk melawan balik dengan kesempatan menang yang kecil. Untungnya, ia tiba-tiba dibantu oleh seorang mantan Jedi yang bernama Cere Junda dan seorang pilot bernama Greez yang datang menjemput Cal di atas sebuah pesawat bernama Mantis.

Cere ternyata berambisi untuk menghidupkan dan membangkitkan kembali The Jedi Order. Sebuah mimpi yang ternyata tidak mustahil mengingat ia mengetahui bahwa di sebuah lokasi rahasia, di planet Bogano, seorang Jedi Master yang bernama Eno Cordova menyimpan satu informasi super penting.

Ia memiliki sebuah Holocron yang berisikan daftar nama anak-anak di seluruh galaksi yang punya sensitivitas tinggi terhadap The Force. Kelompok yang dipandang Cere sebagai bibit-bibit yang butuh dilatih dan diseleksi untuk menjadi Jedi di masa depan, dan karenanya, menjadi pondasi untuk membangkitkan kembali Jedi Order. Namun seperti yang bisa diprediksi, perjalanan ini tidak akan mudah.

Game Play Star Wars Jedi: Fallen Orders

Star Wars Jedi: Fallen Order Part 1

Star Wars Jedi Fallen Order Part 1

Star Wars Jedi: Fallen Order Part 2

Star Wars Jedi Fallen Order Part 2

Visual dengan Unreal Engine 4

Star Wars Jedi: Fallen Order dibangun menggunakan Unreal Engine 4. Implementasi seperti ini memang tidak lantas membuat Star Wars Jedi Fallen Order kini hadir dengan kualitas visualisasi yang melampaui semua game Frostbite yang lain. Namun Anda memang bisa memerhatikan beberapa pendekatan visual yang berbeda di antara kedua engine ini, dari animasi gerak hingga pendekatan efek tata cahaya yang memang terasa lebih natural di Unreal Engine 4 daripada Frostbite yang biasanya terkesan berlebihan di beberapa aspek.

Ketertarikan besar memang mengarah pada rasa penasaran pada proses belakang layar yang membuat Respawn bisa memilih untuk menggunakan Unreal alih-alih Frostbite seperti developer EA yang lain.

Dari sisi presentasi visual secara keseluruhan, Star Wars Jedi: Fallen Order adalah game ini yang sepantasnya. Anda yang mengikuti franchise ini akan langsung merasa familiar dengan dunia dan semesta yang ia tawarkan sejak Anda menikmati cut-scene pertama.

Kita tidak sekedar berbicara soal penampakan beberapa karakter dan elemen ikonik seperti Stormtrooper atau lightsaber misalnya, tetapi juga pencitraan dunia, ekosistem yang hidup di dalamnya, arsitektur bangunan, lore yang menyeruak lewat ragam percakapan, hingga konflik besar yang terjadi. Respawn sepertinya mengerti apa yang membuat sebuah game Star Wars pantas disebut sebagai game Star Wars dan memastikan hampir semua elemen yang ia tawarkan, memang sejalan dengan identitas tersebut.

Satu hal yang begitu kami apresiasi adalah range varian musuh yang Anda temui di sepanjang perjalanan, yang tidak hanya sejalan dengan lore Order 66 yang ia usung, tetapi juga memantapkan kesan bahwa Anda memang seorang Jedi yang tengah berjuang di tengah sebuah semesta yang tidak bersahabat.

Baca Juga :

Anda harus melawan beragam jenis Stormtrooper yang hadir dengan senjata yang berbeda-beda, melawan AT-ST yang ternyata cukup merepotkan seorang Jedi dengan kemampuan Force yang mumpuni, melawan para Guardian teknologi masa lampau yang menghuni reruntuhan, bertarung melawan para Inquisitors, dan pada akhirnya – para Purge Troopers yang hadir dengan armor hitam-nya yang mengancam.

Star Wars Jedi Fallen Order juga berhasil meninggalkan kesan soal bahaya dunia yang Anda singgahi lewat musuh binatang-binatang liar yang juga tidak kalah mengancam dan mematikan.

Audio Star Wars Jedi: Fallen Orders

Sementara dari sisi suara, ia juga tampil memesona. Hampir semua suara ikonik yang memang seharusnya hadir, dari suara khas lightsaber yang diayunkan hingga percakapan para Stormtrooper yang siap mengundang gelak tawa dieksekusi manis di sini.

Percakapan terasa natural dengan masing-masing karakter mampu memperlihatkan kepribadiannya via intonasi dan pilihan kata. Sementara dari sisi musik, selain soundtrack dan theme song dari versi film yang sudah melekat dan berakhir di game ini dengan sedikit gubahan, kami juga sempat terkejut dengan salah satu pilihan musik yang ada.

Memasukkan The Hu yaitu band rock / metal dari Mongolia yang punya kekhasan gaya throat singing-nya yang memesona sebagai band dan lagu favorit yang didengar Cal Kestis adalah kejutan yang kami sambut dengan tangan terbuka.

Maka dari sisi presentasi, baik dari sisi visual ataupun audio, tidak ada yang bisa dikeluhkan dari Star Wars Jedi: Fallen Order. Respawn membangun cerita canon di atas semesta dengan elemen yang terasa familiar, tetapi juga berani mengeksplorasi beberapa hal baru yang kian memperluasnya. Kami sendiri berakhir dengan satu pertanyaan besar yang butuh jawaban: Jika eksistensi band dan musik The Hu sudah terkonfirmasi di semesta Star Wars, apakah ini berarti mereka akan jadi band manusia yang punya bahasa berbeda ataukah dicitrakan sebagai ras alien dengan gitar, drum, dan kemampuan throat singing.

Fitur Kostumisasi

Sejak game dimulai, si tokoh utama, yaitu Cal Kestis, akan dibekali dengan Light Saber. Nah, agar aksi kalian semakin keren, kalian bisa mengubah-ubah partisi yang terdapat pada pedang tersebut. Misalnya warna laser, pangkal pedang, hingga material yang digunakan untuk pedang kalian.

Penambahan kostumisasi juga bisa kalian gunakan untuk pakaian yang digunakan. Ada beberapa pilihan yang bisa kalian pakai agar tokoh utama yang dimainkan jadi lebih ciamik. Belum lagi terdapat banyak pilihan kostum yang bisa kalian pakai.
Akan tetapi, kalian harus mengumpulkan bahan-bahan terlebih dahulu untuk mengubah bentuk dari pedang dan pakaian tersebut. Letaknya pun terpisah dan tidak bisa terprediksi.

Akan tetapi, jika kalian menemukan kotak asing di tengah perjalanan jangan ragu untuk membukanya. Sebab di dalamnya bisa jadi terdapat material untuk memodifikasi peralatan kalian.

Eksplorasi Lokasi Metroidvania

Yang ditawarkan Repawn di Star Wars Jedi: Fallen Order justru lebih mengarah ke sesuatu yang kita sebut sebagai Metroidvania. Bahwa mengikuti konsep Metroid atau Castlevania di masa lalu, proses eksplorasi ke area yang bisa atau tidak bisa Anda buka akan bergantung pada skill apa yang sudah Anda miliki.

Hal sama juga ditawarkan oleh Star Wars Jedi: Fallen Order ini. Setelah dua area pertama, Cal Kestis akan diberikan pilihan beberapa planet untuk disinggahi atas nama mendorong progress cerita. Satu dari kelima planet yang akan terbuka mendekati akhir permainan ini akan biasanya akan diikuti dengan sebuah ikon khusus yang memang dirancang untuk memberi tahu dimana Anda harus menuju. Secara sistem desain, tidak ada yang namanya misi sampingan di Star Wars Jedi: Fallen Order.

Anda misalnya, tidak akan bertemu dengan satu NPC khusus yang meminta Anda untuk mencari dan menemukan sesuatu misalnya. Maka proses eksplorasi dan backtracking yang terjadi biasanya dikarenakan dua hal: karena dituntut cerita atau karena rasa penasaran untuk sebuah reward yang pantas.

Karena planet-planet di Star Wars Jedi: Fallen Order ini memang memiliki beberapa rintangan platforming ataupun puzzle yang tidak akan bisa diselesaikan sebelum Anda mendapatkan kekuatan The Force tertentu atau companion bot Anda – BD-1 sudah memiliki fungsi khusus yang diminta.

Salah satu puzzle di Bogana, planet pertama yang Anda singgahi, meminta Anda untuk menggerakkan bola raksasa yang terkurung di balik sebuah jeruji besi tanpa jalan masuk. Satu-satunya cara untuk menyelesaikan puzzle ini hanyalah dengan menggunakan Force Pull dan Force Push yang baru akan Anda temukan di planet yang lain.

Jadi proses backtracking ke area ini kembali akan bergantung pada pilihan Anda dan biasanya terasosiasi dengan rasa penasaran belaka dan bukan misi sampingan. Ada juga planet lain dengan satu pintu raksasa dan area baru untuk dieksplorasi yang baru bisa Anda akses ketika BD-1 sudah mempelajari cara membobol sistem keamanan, misalnya. NPC di kapal seperti Cere dan Greez biasanya akan berceletuk soal area baru yang bisa diakses di masing-masing planet, namun tidak pernah memaksa Anda melakukannya.

Sementara tidak sedikit pula kesan Metroidvania tersebut mengakar pada sesuatu yang memang harus Anda lakukan dan berkaitan dengan cerita utama. Salah satu area di Dathomir misalnya baru akan bisa Anda akses ketika Anda sudah mendapatkan kekuatan Double Jump untuk mengaksesnya. Yang menarik adalah begitu banyaknya area puzzle yang Anda temui di sepanjang perjalanan. Sebagian besar dari mereka memang tidak sulit, namun tidak sedikit juga yang akan menuntut Anda untuk menggunakan The Force dengan tepat baik Freeze ataupun Push – Pull. Solusi untuk masing-masing puzzle ini akan mudah Anda dapatkan dengan melakukan sedikit proses observasi.

Namun sayangnya, konsep metroidvania dengan sistem perpindahan planet yang ditawarkan Star Wars Jedi: Fallen Order justru membuka sebuah ruang kelemahan yang pantas untuk dibicarakan. Bahwa keterkaitan antara kekuatan yang Anda dapatkan dan progress cerita utama justru membuat kesan linear game ini semakin kuat. Bahwa alih-alih terbuka, dimana gamer yang rajin mengeksplorasi misalnya akan dibekali dengan lebih banyak kekuatan dan kemampuan Force yang bisa digunakan sebagai solusi alternatif, hampir semua kekuatan baru yang didapatkan Cal dan BD-1 berada dalam progress cerita. Ini membuat proses eksplorasi tidak terasa signifikan, apalagi mengingat sistem reward yang terhitung mengecewakan.

Hampir sebagian besar proses eksplorasi ini akan berakhir dengan ekstra kekecewaan. Mengapa? Karena sebagian besar reward yang Anda temukan memang tidak berpengaruh banyak pada gameplay. Hanya ada dua jenis reward relevan yang bisa Anda temukan yaitu Echo, yang notabene memori tertinggal yang bisa dibaca Cal untuk memperluas lore dunia yang ada sembari mendulang EXP dalam jumlah beragam dan juga Stim Canister yang akan menambah jumlah maksimal Stim (item penyembuh) yang bisa Anda bawa sekali waktu. Untuk urusan terakhir ini, Anda bisa menyamaratakannya dengan jumlah Estus Flask ekstra di Dark Souls.

Sementara reward yang lain, terutama yang Anda temukan di beragam peti di semua planet, biasanya akan berakhir menjadi item kustomisasi kosmetik belaka, baik untuk Cal, BD-1, ataupun sang pesawat Mantis. Benar sekali, Star Wars Jedi: Fallen Order memang menawarkan proses kustomisasi yang bisa dibilang, nyaris lengkap, yang tentu saja akan memuaskan mereka yang memang mencintai lore Star Wars itu sendiri.

Salah satu yang terpenting tentu saja opsi kustomisasi lightsaber yang memungkinkan Anda untuk membongkarpasang kombinasi elemen lightsaber yang Anda gunakan, dari warna, bentuk gagang, bentuk pembungkus, hingga sekedar lingkaran dimana cahaya lightsaber tersebut mengemuka. Semua opsi untuk proses kustomisasi in akan Anda bisa Anda temukan di peti-peti selama proses eksplorasi.

Selain Stim Container untuk menambah jumlah maksimal item penyembuh, bertemu dengan para Bounty Hunter dan berusaha menundukkan mereka selalu meninggalkan kepuasan tersendiri.
Terlepas dari lengkapnya kustomisasi ini, sulit rasanya untuk tidak mengakui bahwa ada kekecewaan yang mendalam ketika menemukan bahwa semua item-item yang sudah susah payah Anda dapatkan lewat proses eksplorasi, dari memanjat tebing tinggi hingga menyelam ke danau terdalam ini, kesemuanya bersifat kosmetik belaka.

Bahwa varian pakaian, gagang lightsaber, hingga warna lightsaber ini sama sekali tidak berpengaruh pada aspek dan status Cal sama sekali. Padahal di sisi lain, elemen seperti ini sebenarnya memiliki potensi untuk dipermak sedemikian rupa untuk menawarkan cita rasa RPG yang lebih kental. Jika saja, elemen-elemen ini berpengaruh pada attack, regenerasi Force, hingga sekedar perpanjangan timing parry misalnya, maka motivasi untuk mencari dan menemukan setiap dari mereka tentu akan lebih kuat. Untuk saat ini, ia terasa seperti sebuah potensi yang disia-siakan.

Satu-satunya alasan eksplorasi lain yang terasa worth it untuk dieksekusi adalah kehadiran para Bounty Hunter yang biasanya menunggu Anda di lokasi-lokasi yang tidak pernah Anda prediksi sebelumnya. Mereka hadir sebagai optional boss yang bisa Anda tundukkan untuk ekstra EXP dan akan otomatis menghilang jika Anda berujung kalah. Menemukan mereka sebagai kejutan, bertarung, dan berakhir menang selalu meninggalkan kepuasan tersendiri.

Souls dengan Force

kami harus memastikan bahwa Anda dan kami berada di halaman yang sama soal tingkat kesulitan yang ada. Karena berbeda dengan seri Souls dimana Anda tidak bisa mengotak-ngatik tingkat kesulitan yang ia usung, Star Wars Jedi: Fallen Order menawarkan 4 opsi tingkat kesulitan yang masing-masing akan menawarkan pengalaman yang berbeda.

Pengalaman yang kami tulis di review ini didasarkan pada tingkat kesulitan Jedi Master, yang didefinisikan sebagai tingkat kesulitan untuk mereka yang mencintai sensasi pertarungan lebih seru. Gamer yang memainkan Star Wars JedI: Fallen Order di tingkat kesulitan lebih rendah pada Story atau Jedi Knight bisa jadi merasakan apa yang kami tulis di sini. Oke, mari kita mulai.

Sistem pertarungan yang ditawarkan Star Wars Jedi: Fallen Order memang harus diakui, merupakan bagian terbaik yang paling kami nikmati dari seri game yang diracik oleh Respawn Entertainment ini. Menemukan sebuah game Star Wars yang benar-benar bisa merefleksikan keseruan bertarung dengan menggunakan dengan tidak hanya satu, tetapi dua varian lightsaber berbeda, tentu saja bukan pekerjaan yang mudah.

Lihat saja apa yang dilakukan dice dengan sistem hero di Battlefront yang sistem serangan berbasis lightsabernya masih terasa tidak memuaskan. Jedi: Fallen Order juga berhasil membangun cita rasa unik yang lebih dekat ke arah apa yang Anda kenali dari seri Souls daripada cita rasa game action hack and slash sinematik yang sempat ditawarkan Star Wars: Force Unleashed di masa lampau.

Bahwa terlepas dari jenis musuh yang Anda lawan, baik sekedar Stormtrooper, Purge Trooper, atau monster-monster raksasa yang menghuni setiap dunia, Cal Kestis tetaplah dicitrakan sebagai seorang Padawan yang rapuh.

Jika Anda salah mengambil langkah dan kurang cermat mengantisipasi aksi selanjutnya, bukan hal yang jarang Anda akan bertemu dengan layar game over berulang kali. Mencari waktu yang tepat untuk masuk dan melakukan serangan, mengetahui momen tepat untuk melakukan roll dan menghindar, serta memastikan jumlah HP tetap terjaga adalah bagian kunci untuk memenangkan pertarungan di Star Wars Jedi: Fallen Order.

Tentu saja, jika Anda sudah menguasai timing serangan musuh, Anda bisa melakukan Parry yang jika dieksekusi manis, akan mengurangi bar stamina musuh dengan efektif yang akan berujung membuat mereka rentan pada serangan.

Namun, tetap saja ada perubahan mindset yang harus dilakukan gamer Star Wars Jedi: Fallen Order jika Anda datang dari seri Souls manapun. Pertama, blocking. Ketika sebagian besar seri Souls di pasaran membuat blocking tidak terasa relevan karena seringkali ia tetap menghasilkan damage kecil atau menguras stamina dengan cepat, blocking adalah strategi mumpuni di Star Wars Jedi: Fallen Order.

Hampir semua serangan bisa Anda tahan tanpa masalah (kecuali saat musuh melakukan charging yang membuat tubuh mereka berwarna merah) tanpa damage curian. Ia tidak menguras stamina secara signifikan, hingga ia jadi strategi mumpuni yang bisa ditempuh. Tidak jarang Anda bertemu dengan situasi pertempuran dimana jauh lebih aman untuk melakukan blocking dan menyerang balik daripada berupaya untuk melakukan parry yang berisiko.

Tentu saja penggunaan The Force untuk keuntungan strategis. Bergantung pada progress cerita Anda, Cal akan diperkuat dengan setidaknya tiga jenis kemampuan Force yang esensial saat bertarung: Push (mendorong), Pull (menarik), dan Freeze (membekukan waktu) yang bisa diakses menggunakan tombol spesifik. Setiap kemampuan Force ini memang menghabiskan porsi bar Force Anda untuk dieksekusi. Namun yang menarik adalah fakta bahwa bar ini akan terisi kembali seiring dengan banyaknya serangan yang berhasil Anda masukkan ke kubu lawan.

Sehingga selalu ada kesempatan untuk bermain agresif, bahkan pada saat melawan boss sekalipun. Eksekusi kemampuan Force tertentu, serang dengan serangan fisik, bar Force kembali terisi, lakukan berulang kali hingga menang. Beberapa jenis musuh memiliki resistensi dan kelemahan pada kemampuan Force tertentu. Purge Trooper misalnya, tahan pada Force Pull dan justru akan melompat menyerang Anda saat Anda berusaha melakukan trik ini.

Maka berangkat sebagai gamer yang sering memainkan seri Souls, perubahan mindset memang butuh dilakukan untuk memaksimalkan kemampuan seorang Cal Kestis yang seharusnya. Bahwa pertarungan tidak lagi soal mencari celah untuk menyerang lewat sistem roll dan parry, tetapi justru menciptakan celah Anda sendiri dengan menggunakan ragam kemampuan Force yang Anda miliki. Seiring dengan lebih banyak serangan kombinasi dan buff-buff pada kemampuan Force Anda yang bisa Anda buka lewat sistem Skill Tree berbasis level dan EXP Points di titik-titik tertentu, kemampuan Force ini juga akan semakin efektif dan mematikan.

Kami justru menemukan bahwa di tingkat kesulitan ini, musuh yang lebih menantang justru datang dari pada monster-monster yang ada alih-alih musuh humanoid seperti Stormtrooper, Purge Trooper, hingga boss-boss berbasis lightsaber seperti para Inquisitors. Mengapa? Karena hanya dalam waktu singkat, Anda tidak akan sulit untuk mempelajari animasi serangan para musuh humanoid ini, mencari waktu timing untuk parry dan blocking, dan menyerang balik. Sementara di sisi lain, musuh berbentuk monster justru datang dengan animasi serangan yang terkesan sporadis, cepat, dan mematikan. Begitu sporadisnya, hingga terkadang sulit untuk mencari celah melakukan parry yang efektif dan lebih aman untuk melakukan roll. Melawan 2-3 musuh seperti ini sekaligus adalah tantangan terbesar Star Wars Jedi: Fallen Order.

Seperti halnya seri Souls, kematian Anda juga akan diikuti dengan konsekuensi ekstra di luar sekedar melihat layar Game Over berkali-kali. Setiap EXP Points yang Anda kumpulkan akan “jatuh” di tempat Anda tewas dan menempel pada tubuh musuh terakhir yang menghabisi bar HP Anda. Namun sistem ini tidak semengancam seri Souls dimana ia biasanya akan menghilang secara permanen jika Anda berujung tewas sebelum mendapatkannya kembali. Di Star Wars Jedi: Fallen Order, EXP yang jatuh tersebut akan terus bertahan di tubuh musuh yang sama hingga Anda menyerangnya setidaknya satu kali. Lebih dipermudah lagi, serangan pertama Anda untuk “merebut kembali” EXP ini juga akan diikuti dengan pemulihan HP dan bar Force ke level maksimal.

Jika kita berbicara soal satu hal yang kami sukai dari sistem pertarungan Star Wars Jedi: Fallen Order adalah bagaimana Anda memanfaatkan The Force untuk tidak hanya aksi serang yang lebih efektif, tetapi juga kreatif di saat yang sama. Dari sekedar bersenang-senang dengan membekukan sinar blaster, melakukan pull ke Stormtrooper terdekat, dan kemudian membuat keduanya bersentuhan untuk kematian instan hingga ke strategi lebih mumpuni seperti melakukan Force Push untuk mengembalikan lontaran granat atau misil yang ditembakkan oleh sebuah AT-ST.

Seiring dengan kemampuan baru yang Anda buka, ada beberapa efek Force lebih kuat yang bisa Anda akses, seperti kemampuan untuk menarik semua musuh di sekitar untuk mendekati Anda secara instan. Dengan sedikit waktu stun sebagai efek, Anda bisa menyuntikkan serangan kombinasi mematikan langsung.

Cal Kestis sendiri didukung dengan dua jenis lightsaber yang bisa Anda akses secara instan dengan hanya menggunakna tombol d-pad.. Ada lightsaber biasa yang diasosiasikan dengan damage lebih tinggi, kecepatan serangan standar, dan kombinasi serangan lebih pendek. Cal juga bisa mengakses bentuk kedua yaitu dual bladed lightsaber yang punya animasi serangan jauh lebih cepat, damage kecil, namun punya serangan kombinasi yang lebih panjang. Harus diakui, beberapa jenis musuh memang terasa lebih rentan dan mudah ditundukkan jika Anda menyerang mereka dengan varian lightsaber tertentu. Dual-bladed adalah kunci. Sementara musuh humanoid yang juga menggunakan lighsaber.

Mode standar lightsaber tentu lebih efektif. Berdasarkan pohon skill yang Anda akses, Anda juga bisa membuka varian serangan kombinasi lebih baik untuk masing-masing varian.

Maka dengan semua kombinasi ini, sistem pertarungan Star Wars Jedi: Fallen Order di atas kertas memang terasa seperti seri Souls, terutama seberapa efektifnya ia menghukum Anda jika Anda berujung salah langkah. Namun pada akhirnya, ia berhasil membangun identitas uniknya sendiri. Pelan tapi pasti, Anda akan mulai mengubah mindset Anda untuk tidak hanya lebih mengandalkan blocking saja, tetapi juga “mengeksploitasi” ragam kemampuan Force untuk mempermudah perjalanan Anda.

Kesimpulan

Respawn kembali membuktikan sebagai developer kawakan di Star Wars Jedi: Fallen Order. Jika ada satu hal yang dibuktikan dari seri ini adalah fakta bahwa EA sebenarnya punya resource dan kapabilitas untuk meracik game Star Wars single-player yang solid dan menggoda.

Setelah dua buah seri Battlefront yang berfokus pada sisi multiplayer, yang rilisnya juga diikuti dengan kontroversi yang menggelikan, lega rasanya untuk melihat bahwa kerjasama 10 tahun antara Disney dan EA akhirnya melahirkan produk game single-player sekelas Star Wars Jedi: Fallen Order.

Bukan hanya karena ia menawarkan sisi cerita yang dihitung canon saja, tetapi juga karena fakta bahwa ia adalah sebuah game action yang benar-benar berkualitas. Keputusan untuk melebur pondasi sistem ala metroidvania dengan sensasi seri Souls yang menawarkan manipulasi strategi lewat kemampuan Force menghasilkan sebuah identitas unik. Semuanya dibangun di atas sisi presentasi audio visual seharusnya dan sepantasnya, membuat seri ini terasa seperti cahaya terang di ujung terowongan gelap untuk para gamer penggemar Star Wars. Apalagi ia tidak didorong dengan kebijakan omong kosong seperti microtransactions misalnya.

Namun demikian, bukan berarti Star Wars Jedi: Fallen Order adalah sebuah game yang sempurna. Walaupun masalah teknis yang sempat terjadi pelan tapi pasti sudah mulai diperbaiki via patch, namun sulit rasanya untuk tidak bertanya-tanya soal level quality control dan polish yang terlewatkan sebelum Respawn dan EA memutuskan untuk melepas game ini begitu saja ke pasaran.

Keluhan lain juga muncul dari sistem kamera yang terkadang menyulitkan, pondasi sistem metroidvania yang masih terlalu dangkal dengan sistem skill baru yang kesemuanya berada dalam ranah “harus”, dan tentu saja reward item kosmetik yang di mata kami, tidak seberapa menggoda untuk membuat Anda sibuk di proses eksplorasi. Salah satu keluhan lain yang pantas dibicarakan? Bagaimana Force bisa dieksploitasi untuk menyelesaikan semua masalah, termasuk pertarungan boss terakhir dengan secara konsisten menggunakannya. Percaya atau tidak, kami menundukkannya dengan secara konsisten melakukan Force Push + Normal Attack.

Terlepas dari kekurangan tersebut, Respawn kembali membuktikan tajinya sebagai developer kawakan di Star Wars Jedi: Fallen Order. Jika ada satu hal yang dibuktikan dari seri ini adalah fakta bahwa EA sebenarnya punya resource dan kapabilitas untuk meracik game Star Wars single-player yang solid dan menggoda. Eksistensi Star Wars Jedi: Fallen Order justru semakin mendorong satu pertanyaan yang butuh sekali jawaban: Mengapa baru sekarang?

Kelebihan Star Wars Jedi: Fallen Orders

  • Berburu atau diburu Bounty Hunter? Ini adalah sistem gameplay yang seru!
  • Sisi presentasi yang “Sangat Star Wars”
  • Kombinasi pertarungan ala Souls dan kemampuan Force yang keren
  • Sensasi bertarung lightsaber 2 versi yang sama-sama memuaskan
  • Tidak selinear yang dibayangkan
  • Varian musuh dan monster yang Anda lawan
  • Force memberikan ruang kreatif untuk melawan tiap ancaman yang ada
  • Puzzle cukup untuk membuat gameplay tidak repetitif
  • Soundtrack dari The Hu
  • Karakter pendukung cukup menarik
  • Tanpa omong kosong microtransactions
  • Tingkat kesulitan lumayan rasional (Setidaknya Jedi Master)
  • Sistem Bounty Hunter

Kekurangan Star Wars Jedi: Fallen Orders

  • Akan jauh lebih seru dan memotivasi jika item yang Anda dapatkan saat proses eksplorasi juga mempengaruhi stats Cal layaknya game action RPG.
  • Pondasi metroidvania-nya terasa “dangkal”
  • Level polish dipertanyakan
  • Reward sebagian besar berujung jadi item kosmetik yang tidak berpengaruh pada performa Cal
  • Force bisa dieksploitasi berulang-ulang untuk mengatasi banyak masalah, termasuk boss terakhir
  • Cocok untuk gamer: pencinta Star Wars, penikmat seri Souls

Please rate this

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here