Review The Legend Of Heroes: Trails Of Cold Steel III

0
70
5/5 (6)

Jagoangame.com – Terlepas dari popularitas The Legend Of Heroes: Trails Of Cold Steel III yang cukup rendah di kalangan gamer barat ataupun penggemar JRPG, franchise Trails merupakan salah satu mahakarya terbaik yang pernah dihadirkan oleh Nihon Falcom selama 30 tahun lebih ada di industri game.

Sejak rilisnya Trails in the Sky di tahun 2004 lalu, setidaknya sudah ada 9 seri game Trails yang tidak hanya menawarkan waktu bermain yang sangat panjang di tiap gamenya, namun juga memiliki jalan cerita, konflik dan konsep world building yang saling berhubungan kuat satu sama lain.

Setelah sempat dirilis di Jepang pada tahun 2017 lalu, para gamer di wilayah barat akhirnya sudah bisa mencicipi The Legend of Heroes: Trails of Cold Steel III, yang tidak lain adalah seri kedelapan dari franchise Trails. Dilihat sekilas game ini memang terlihat game JRPG pasaran yang terkesan standar.

Namun dibaliknya kamu akan menemukan sebuah game dengan kualitas legendaris dan akan jauh lebih fenomenal jika Nihon Falcom, developer dibalik game ini didukung dengan budget pengembangan serta tenaga kerja lebih.

Lalu bagaimana kualitas Trails of Cold Steel III sebagai penerus dua seri sebelumnya yang sempat mendapat resepsi tinggi? Apakah game ini dapat bersaing dengan banyaknya rilis RPG besar lainnya di tahun 2020? Daripada penasaran, langsung saja simak review lengkapnya yang sudah Jagoan Game rangkum di bawah ini.

Plot Trails of Cold Steel III

Masih menjadikan Rean Schwarzer sebagai sang karakter utama, game ini mengambil setting tepatnya satu setengah tahun setelah konflik yang terjadi di game keduanya. Pada saat itu, Rean yang masih menjadi murid sekolah militer Thors sudah terlibat dalam perang saudara besar yang terjadi di Erebonia.

Karena jasa besarnya dalam menghentikan pemberontakan faksi bangsawan melawan pimpinan kanselir Gilliath Osbourne, sekaligus membantu Erebonia dalam aneksasi negeri Crossbell melawan Calvard, Rean telah diakui sebagai pahlawan besar yang diberi julukan Ashen Chevalier.

Dalam game ini, dia akhirnya mengambil pekerjaan baru sebagai guru di sekolah militer baru yang merupakan cabang dari kampus utama Thors. Berbeda dari kampus utama, sekolah ini hanya ditenagai oleh beberapa staff spesifik yang ditunjuk oleh pemerintah dan lebih dikhusukan untuk murid yang merupakan orang luar Erebonia atau tidak memiliki prestasi baik.

Rean sendiri ditunjuk sebagai guru sejarah sekaligus wali Class VII yang baru, sebuah kelas khusus yang memiliki tugas layaknya organisasi Bracer dan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat.

Tentu saja selama menjalani tugasnya sebagai guru Rean dihadapkan pada banyak tantangan, mulai dari berhadapan dengan aturan sekolah yang ketat dari pemerintah, menjalin hubungan dengan beberapa murid yang kurang suka padanya, hingga membantu mereka menempuh studi lapangan yang ternyata juga berhubungan dengan tugas militer yang berbahaya.

Selain berfokus pada kehidupan baru Rean sebagai guru, plot dalam Trails of Cold Steel III masih berhubungan dengan kembalinya Ouroboros dan ambisi mereka dalam membangkitkan Phantasmal Blaze Plan yang sebelumnya sempat digagalkan Osbourne.

Pacing cerita dalam Trails of Cold Steel III sendiri bergerak dengan cukup lambat namun bisa dibilang efektif. Setiap momen yang disuguhkan selalu memberikan kesan nostalgia sekaligus emosional, namun kalau beberapa pemain baru akan mendapati pengalaman yang melelahkan sebelum sampai ke bagian bagus di ceritanya.

Jika harus dibandingkan, Trails of Cold Steel III memiliki pacing yang sama dengan game pertamanya, sebagian besar perkembangan plot penting hanya terjadi di akhir setiap chapter sebelum akhirnya meninggalkanmu dengan ending menggantung.

Keseluruhan pacing kemudian akan berubah secara drastis di Trails of Cold Steel IV dimana kamu akan disuguhkan dengan perkembangan cerita yang lebih cepat dari awal dan dipenuhi momen epik.

Satu hal yang perlu ditambahkan mengenai aspek jalan ceritanya adalah pemahamanmu pada seri Trails. Jika kamu ingin memainkan Trails of Cold Steel III, maka kami menyarankan kamu untuk memainkan dua seri sebelumnya.

Atau jika kamu ingin mendapatkan gambaran cerita yang jauh lebih jelas, maka kamu juga bisa memainkan Trails in the Sky Trilogy dan Crossbell duology (total 5 game).

Alasannya sendiri karena Trails of Cold Steel III merupakan sekuel langsung dari semua game tersebut dan memiliki cerita yang sudah terbentuk dari banyaknya konflik yang terjadi di franchise ini, dimana kamu bahkan juga akan bertemu dengan beberapa karakter utama dari game Trails lainnya.

BACA JUGA

Guru Sekolah Dan Misi Sebagai Pahlawan

Walaupun memberikan peran guru bagi sang karakter utama, sayangnya Trails of Cold Steel III tidak benar-benar memberikan sesi gameplay yang kompleks pada sesi mengajar.

Setiap awal chapter kamu akan memiliki kebebasan untuk menjelajahi kampus Thors, menerima misi sampingan, berinteraksi dengan murid hingga menjalani semacam Trial yang disiapkan Professor Schmidt untuk eksperimennya di Einhell Keep (sebuah bangunan besar yang berfungsi sebagai dungeon khusus).

Setelah keluar dari sesi ini, kamu akan menjalani latihan bertempur dengan mecha humanoid Panzer Soldat sebelum akhirnya menjalani studi lapangan. Pada bagian akhir inilah plot cerita dalam Trails of Cold Steel III mulai bergerak dengan lebih serius.

Terlepas dari keterbatasan ini, sosok Rean sebagai seorang guru berhasil dipancarkan dengan sangat baik. Awalnya dia memang mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan murid dan membimbing mereka, namun perlahan dia menjadi sosok inspiratif, memiliki empati dan respek lebih besar kepada muridnya, dan menjalin ikatan kuat dengan mereka.

Pada momen inilah terasa seperti mendapatkan flashback dari sosok Rean saat masih menjadi murid Class VII lama di dua game sebelumnya, dan bagaimana dia menjadi sosok yang sangat penting bagi teman-temannya.

Aspek character development yang kuat hanyalah satu dari kelebihan game-game Trails, dan peran karakter utama mulai dari Estelle, Lloyd hingga Rean selalu membawa atmosfer berbeda sebagai sosok pahlawan.

Selain menjalani studi lapangan mengitari negeri Erebonia, Rean terkadang juga harus berhadapan dengan masalah serius dari pergerakan Ouroboros dan ditugaskan langsung oleh Gilliath Osbourne dalam membereskannya.

Pada momen inilah peran Rean sebagai guru Class VII berubah menjadi pahlawan negara Ashen Chevalier dimana dia diberi kebebasan untuk menjalani misi khusus tersebut. Untungnya Rean tidak sendirian dalam menjalani misi-misi berbahaya ini, karena selama petualangannya dia akan kembali bertemu dengan teman-teman lamanya di Class VII.

Gameplay Turn-Based Trails of Cold Steel III

Selain jalan cerita yang sangat ambisius dan aspek world building terbesar dibanding game manapun, kelebihan lain dari seri Trails juga terletak pada gameplay turn-based yang solid, dengan penuh rasa puas akhirnya bisa mengakui kalau Trails of Cold Steel III dengan gameplay paling sempurna dibanding semua seri sebelumnya.

Sebenarnya tidak ada perombakan yang benar-benar signifikan dari Trails of Cold Steel II, hanya saja ada beberapa fitur baru seperti layout UI yang kali ini dikaitkan dengan semua tombol utama DualShock serta kemampuan untuk menggunakan Brave Order.

Brave Order sendiri adalah fitur pengganti sistem Overdrive di game sebelumnya, namun kali ini kamu dapat menggunakan Brave Point untuk menggunakan semacam perintah yang dapat memberikan buff dan bonus stats. Setiap karakter memiliki order yang berbeda dan semakin efektif efek dari order yang diberikan, maka semakin banyak juga Brave Point yang perlu digunakan.

Untuk gameplay umumnya sendiri, kamu akan disuguhkan dengan sistem battle turn-based yang responsif dan memiliki tempo permainan cepat. Selama pertarungan kamu dapat mengakses berbagai aksi mulai dari serangan normal, arts untuk mengaktifkan sihir yang dikeluarkan dari Arcus Device, Craft yang merupakan skill bertarung khusus dari setiap karakter, hingga S-Craft yang merupakan teknik pamungkas yang memberikan damage tinggi serta dapat diaktifkan dengan mendahului giliran musuh.

Art sendiri ditandai dengan bar EP berwarna biru sementara Craft ditandai dengan bar kuning di bagian bawah. Berbeda dari Art yang dapat dipulihkan dengan mudah, Craft biasanya hanya dapat dipulihkan perlahan-lahan setelah menyerang musuh, mengalahkannya atau menggunakan bantuan support.

Perbedaan gaya bertarung serta Order yang dimiliki setiap karakter membuat gameplay selalu berjalan dengan dinamis, apalagi jika kamu sudah mencapai bagian dimana beberapa karakter penting di luar Class VII bergabung dalam party.

Dengan adanya empat karakter dalam party, kamu dapat menghubungkan dua karakter dengan Combat Link dan memaksimalkan kemampuan support mereka. Semakin tinggi Link Lv. yang mereka miliki, maka kamu akan mendapat akses ke skill support yang lebih efektif. Contohnya jika kamu berhasil melancarkan serangan kritikal, maka karakter yang terhubung dengan Combat Link dapat memberikan serangan follow-up.

Berbeda dari kebanyakan game turn-based lainnya dimana kamu hanya berfokus pada mengeksekusi skill mana yang harus dipilih, Trails of Cold Steel III juga menekankan elemen strategi pada pengaturan posisi karakter dalam arena pertarungan, giliran yang dapat dimanipulasi serta momen paling tepat dalam melancarkan skill pamungkas.

BACA JUGA

Trails of Cold Steel III memiliki balancing tingkat kesulitan yang cukup buruk, khususnya saat kamu harus berhadapan dengan boss tipe Cryptid atau monster besar. Alasannya sendiri karena sebagian besar boss ini sering menggunakan skill untuk meningkatkan stats dan HP mereka secara konsisten.

Jadi walaupun kamu bermain dengan baik sekalipun, kamu pada akhirnya harus menunggu momen paling pas untuk menggunakan semua serangan S-Craft sebelum boss tersebut mendapat giliran. Hal ini tentunya membuat alur pertarungan menjadi terasa tidak menyenangkan, apalagi jika kamu tidak memiliki level yang cukup tinggi.

Untuk memaksimalkan statistik karakter dan skill Art yang dimiliki, kamu bisa menanamkan berbagai macam Quartz khusus dalam Arcus II sekaligus Master Quartz yang sekarang memiliki sub-slot untuk dibagi dengan lebih dari satu karakter.

Selain pertarungan standar, Trails of Cold Steel III juga masih menghadirkan sesi pertarungan antar Divine Knight yang super keren. Jadi dalam beberapa momen di game ini, kamu akan dihadapkan pada pertempuran mecha yang masih dikemas dalam gameplay turn-based.

Sebagai salah satu Divine Knight Awakener, Rean selalu dibantu oleh mecha legendaris bernama Valimar – The Ashen Knight yang juga dipersenjatai dengan Tachi raksasa berbahan Zemurian Ore.

Konsep battlenya sendiri tidak berbeda jauh, namun kamu bisa mengakses serangkaian aksi berbeda seperti Defend (meminimalisir damage musuh), Charge (mengisi EP) dan Spirit (memulihkan HP dan Craft).

Perbedaan lainnya juga terletak dari titik serangan yang dapat kamu lancarkan ke mecha musuh yang meliputi lengan, kepala dan badan. Bergantung dari perubahan posisi musuh dan kelemahan mereka, kamu akan mendapatkan efektivitas serangan yang berbeda pula.

Tidak hanya karakter yang mengendalikan mecha saja, kamu juga bisa mengajak party di luar pertarungan untuk menjadi karakter support dan memberikan skill sesuai elemen spesial mereka masing-masing. Karena tidak memiliki level dan sistem progression sendiri, kamu hanya bisa memperkuat Valimar dengan menanamkan Orb khusus untuk meningkatkan statistik HP, Strength, Defense, dan Speed.

Misi Sampingan Dan Mini Game

Tidak bisa dipungkiri memang jika sebagian besar game RPG selalu menawarkan quest atau misi sampingan yang repetitif dan tidak berkesan, namun hal tersebut tidak berlaku dalam Trails of Cold Steel III.

Walaupun jumlah misi sampingan yang disediakan di setiap chapter tidak banyak, namun semua quest ini selalu memiliki daya tarik tersendiri dan memberikan motivasi yang cukup untuk membuatmu niat menyelesaikannya. Sebagai contoh, ada misi dimana kamu harus membantu gadis kecil menemukan kucingnya yang hilang.

Quest ini memang terkesan standar bukan? Namun ada momen dalam quest ini dimana kamu akan bertemu dengan Shirley Orlando alias salah satu karakter antagonis dalam game ini, dan percaya atau tidak, quest ini bisa dibilang memberikan kesempatan pertama untukmu dalam berinteraksi dengan Shirley sebelum dia membongkar identitasnya.

Quest sederhana ini hanyalah satu dari serangkaian misi sampingan lain yang jauh lebih menarik lainnya. Selain dari keniatan Falcom dalam meracik misi sampingan, mereka juga membawa beberapa mini game seru mulai dari memancing sampai game kartu baru yang diberi nama Vantage Master yang sudah menyita banyak waktu di beberapa kesempatan.

Mini game pengganti Blade ini menawarkan mekanisme gameplay yang terkesan rumit di awal namun sebenarnya cukup sederhana dan menawarkan sensasi yang sangat adiktif. Vantage Master sendiri adalah game kartu dimana kamu dan musuh saling bertarung untuk mengalahkan kartu Master yang memiliki jumlah HP tinggi.

Kesimpulan Trails of Cold Steel III

Hadir sebagai satu dari sekian banyak game RPG yang dirilis tahun ini, The Legend of Heroes: Trails of Cold Steel III sukses membawa sebuah kualitas luar biasa yang patut dicontoh oleh kebanyakan JRPG mainstream.

Terlepas dari popularitas serinya yang masih lemah termasuk anggapan remeh dari sebagian gamer, Trails of Cold Steel III menawarkan kualitas kelas atas yang bahkan berpotensi bisa lebih superior jika Falcom mendapatkan dukungan budget dan tenaga kerja lebih.

Mulai dari jalan cerita dengan tema perang yang menarik dan penuh plot twist, character development yang solid, aspek world building yang selalu mengagumkan, hingga gameplay turn-based yang semakin disempurnakan, rasanya semua ekspektasi berhasil terjawab di seri ketiganya ini.

Pacing cerita lambat dan balancing tingkat kesulitan di beberapa boss memang terkesan seperti kekurangan yang fatal, namun Kami tidak merasa kalau dua kekurangan ini benar-benar merusak pengalaman bermain yang ada.

Pacing cerita yang lambat juga bisa dimaklumi mengingat game ini adalah awal baru dari arc Erebonia, sementara balancing tingkat kesulitan boss setidaknya masih dapat diredam dengan memanfaatkan Brave Order dengan efektif.

Jadi walaupun kekurangan ini terasa mengganggu, pada akhirnya kamu akan selalu diberi kepuasan lebih hingga solusi yang semakin menjamin pengalaman bermain terbaik.

Karena popularitas serinya yang rendah, sayangnya game ini memang memiliki peluang kecil dalam bersaing di berbagai ajang penghargaan bergengsi, namun tidak akan ragu untuk menyebut kalau The Legend of Heroes: Trails of Cold Steel III adalah salah satu game RPG terbaik tahun ini.

Tentu saja karena game ini merupakan seri Trails kedelapan sekaligus sekuel ketiga dari arc Erebonia, kami sangat menyarankan kamu untuk memainkan beberapa game sebelumnya (khususnya Trails of Cold Steel I & II).

KELEBIHAN

  • Jalan cerita yang menarik dan penuh kejutan
  • Character development yang solid
  • Perombakan gameplay turn-based yang semakin sempurna
  • Sesi gameplay tiap chapter yang lebih beragam dan panjang
  • Karakter playable yang lebih banyak dan mencakup dari seri lainnya
  • Soundtrack fantastis dari Team JDK Falcom
  • Kualitas grafis dan animasi yang lebih mulus
  • Segudang konten dan ragam aktifitas untuk dinikmati

KEKURANGAN

  • Pacing cerita terasa lambat
  • Balancing tingkat kesulitan cukup buruk di beberapa boss

Please rate this

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here