Review Tokyo Mirage Sessions #FE

0
34
5/5 (5)

Jagoangame.com – Review Tokyo Mirage Sessions #FE – Anda memang selalu bisa mengandalkan developer Jepang jika berbicara soal judul game yang berakhir aneh ketika ditranslasikan ke bahasa Inggris. Terlepas apakah ia memang disengaja atau tidak, namun tren seperti inilah yang tengah terjadi.

Proyek terbaru Atlus dan Nintendo yang dikenal sebagai Genei Ibun Roku #FE untuk Nintendo Wii U yang kemudian ditranslasikan sebagai Tokyo Mirage Sessions #FE. Dari semua game yang dipersiapkan Nintendo untuk konsol yang hampir bertemu dengan masa akhir hidupnya ini, game JRPG ini memang menjadi salah satu yang paling kami antisipasi. Berita baiknya? Penantian tersebut terbayar manis.

Diperkenalkan sebagai produk yang meleburkan dua franchise JRPG raksasa yaitu Fire Emblem dan Shin Megami Tensei dalam satu ruang yang sama, dimana Fire Emblem diposisikan sebagai basis cerita yang melebur dalam setting yang lebih modern dan SMT dijadikan pijakan untuk gameplay, Tokyo Mirage 1+ #FE memenuhi hampir semua hal yang Anda inginkan dari sebuah game JRPG.

Konten yang padat dengan cerita penuh persahabatan dan cinta ala anime/manga yang akan terasa begitu familiar untuk mereka yang mencintai budaya pop Jepang juga didukung dengan begitu musik yang memanjakan telinga.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Tokyo Mirage Sessions #FE ini? Kali ini Jagoan Game akan mengulas atau review game ini, simak berikut ini :

Plot

5 tahun sebelumnya, kakak dari Tsubasa menjadi salah satu korban dari sebuah fenomena yang aneh.
5 tahun sebelumnya, kakak dari Tsubasa menjadi salah satu korban dari sebuah fenomena yang aneh.
Tak ada yang pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi, namun Tsubasa menjadi saksi untuk sebuah fenomena aneh yang merenggut sosok kakak yang begitu ia cintai begitu saja.

Sebuah kejadian aneh tiba-tiba membuat banyak orang menghilang di Tokyo tanpa bisa dijelaskan sama sekali. Untuk mereka yang ditinggalkan? Tak ada yang bisa mereka lakukan selain berjuang untuk melanjutkan kehidupan sehari-hari mereka seperti biasanya.

Namun siapa yang menyangka bahwa kejadian 5 tahun yang lalu ternyata kini mulai melanda Tokyo lagi. Tsubasa yang kini berusaha mengikuti jejak sang kakak sebagai seorang Idol tiba-tiba berhadapan dengan situasi misterius yang serupa. Kekuatan aneh mulai membanjiri lantai audisi yang ada hingga memerangkap Tsubasa di dalam sebuah dunia misterius.

Sang teman yaitu Itsuki yang kebetulan berada di tempat yang sama tentu saja berusaha menyelamatkan Tsubasa dan dengan gagah berani, masuk ke dalam dunia misterius yang seolah robek di tengah dunia nyata tersebut. Mereka berdua masuk ke dalam sebuah dunia bernama Idolasphere dan berusaha bertahan hidup di sana.

Di dalam Idolasphere adalah sebuah dunia yang tak pernah akan bisa dibayangkan dan dimengerti oleh Itsuki dan Tsubasa di titik tersebut. Mereka dihadapkan pada sebuah entitas unik bernama Mirage yang entah karena alasan apa, mulai menculik dan menyeret manusia ke alam mereka.

Untungnya, berkat Performa dari sebuah energi yang disebut-sebut merupakan intisari kreativitas dan ekspresi manusia yang juga jadi santapan Mirage, Itsuki berhasil memurnikan salah satu dari mereka dan menjadikannya sebagai teman.

Itsuki pun ditemani oleh Chrom sementara Tsubasa oleh Caeda, berdua berjuang untuk menyelamatkan diri dari situasi yang tak pernah mereka mengerti tersebut. Berhasil keluar dari disambut oleh tema mereka yang lain yaitu Touma yang juga ternyata seorang Mirage Master, Itsuki dan Tsubasa mulai menyadari bahwa ini hanyalah awal dari sesuatu yang tak pernah mereka bayangkan akan ada sebelumnya.

BACA JUGA

Gameplay

Walaupun diperkenalkan sebagai proyek perpaduan antara SMT X Fire Emblem, sulit rasanya untuk membicarakan Tokyo Mirage Sessions #FE tanpa membicarakan game JRPG lain racikan Atlus yaitu Persona. Hampir semua nilai jual yang serupa dengan franchise tersebut.

Anda bertemu dengan sekelompok anak muda yang berusaha menyelesaikan kasus misteri, berbagi satu benang merah yang serupa, dan kemudian menawarkan meleburnya dengan elemen gameplay di sana. Di Tokyo Mirage Sessions #FE? Bahkan sistem pertarungan yang diusung juga tak banyak berbeda. Anda yang pernah memainkan Persona akan merasa sangat nyaman dan familiar.

Pertarungan akan dilakukan dengan maksimal tiga karakter dalam pertempuran, walaupun ada kebebasan untuk menggantinya dengan karakter di bangku cadangan selama ia tidak bersifat scripted. Sisanya? Seperti halnya Persona ataupun SMT, pertarungan Anda akan lebih difokuskan untuk mencari kelemahan di tiap varian musuh dan kemudian mengeksploitasinya dari sana. Anda punya varian serangan yang berbeda-beda.

Serangan fisik dibedakan pada serangan pedang, kapak, dan tombak, sementara serangan magic dipisah ke dalam beragam elemen seperti listrik atau es. Tiap musuh yang Anda temui biasanya akan memiliki satu atau dua kelemahan dari elemen ini yang harus Anda eksploitasi, tak hanya untuk damage lebih besar tetapi juga untuk memicu sebuah serangan spesial bernama Sessions.

Sessions bisa dijelaskan dengan lebih sederhana sebagai serangan party. Begitu Anda memicu kelemahan musuh dengan satu serangan spesifik, maka anggota party Anda akan langsung bergabung dan melemparkan serangan berantai hingga selesai, dan begitu seterusnya.

Pertarungan bisa berjalan lebih cepat dan damage yang muncul lebih efektif. Seiring dengan progress permainan, serangan beruntun ini bahkan bisa dilakukan oleh karakter dibangku cadangan untuk mencapai damage yang lebih efektif.

Proses Sessions ini juga memberikan beberapa keuntungan tertentu. Tiap serangan party yang masuk terkadang memberikan reward uang untuk berbelanja item dan ragam equipment kosmetik hingga varian resource yang bisa Anda gunakan untuk memperkuat karakter atau Mirage Anda sendiri. Di sinilah Tokyo Mirage Sessions #FE hadir sebagai “entitas” yang unik.

Proses crafting dan pengumpulan resource memainkan peranan yang penting. Alih-alih sekedar mendapatkan skill baru dari kenaikan level, Anda harus melakukan crafting untuk hampir sebagian besar hal yang ada.

Proses crafting senjata memunculkan senjata dengan damage lebih besar dan empat tingkatan level sebelum mencapai potensi penuhnya. Untuk setiap kenaikan level, Anda akan mendapatkan satu skill yang bisa Anda aplikasikan ke Mirage Anda dengan slot yang terbatas.

Fitur lain adalah Radiant Unity yaitu sebuah buff permanen yang juga membutuhkan resource tentu sebelum bisa diaktifkan. Konsep seperti ini membuat proses grinding menjadi sesuatu yang lebih penting dan bermakna daripada sekedar memastikan karakter Anda bisa memunculkan damage yang lebih besar. Dengan lebih banyak senjata yang Anda maksimalkan, semakin banyak pula skill yang bisa Anda dapatkan dan pilih.

Fleksibilitas Membangun Karakter

Fleksibilitas membangun karakter adalah sebuah kejutan yang tak pernah kami prediksi sebelumnya. Fleksbilitas adalah elemen yang menurut kami berakhir paling mengejutkan dari semua elemen yang ditawarkan oleh Tokyo Mirage Sessions #FE ini.

Dengan ragam senjata yang bisa Anda gunakan dan skill yang bisa Anda dapatkan, Anda akan berakhir harus memilih skill mana saja yang akan diambil dan dibuang untuk tiap karakter yang ada karena slot yang begitu terbatas, hasilnya adalah fleksibilitas untuk membangun build skill karakter.

Anda diberi ruang besar untuk menentukan sendiri apa peran masing-masing karakter ini, alih-alih ditentukan dari awal. Di awal, ketika Kiria baru bergabung, Kiria menjadi satu-satunya karakter yang punya elemen es di barisan skill yang ada.

Namun tak selalu demikian, Anda bisa mengubah peran karakter ini begitu lebih banyak skill dari senjata Anda dapatkan. Apakah Anda ingin Kiria jadi karakter dengan library skill beragam elemen yang membuatnya efektif untuk memicu kelemahan musuh apapun yang Anda temui. Atau Anda ingin ia jadi karakter support dengan segudang skill heal atau buff/de-buff atau justru, Anda lebih tertarik dengan skill serangan fisik yang ada Itu semua kembali ke keputusan Anda.

Hasilnya sendiri memang cukup membuat Tokyo Mirage Sessions #FE ini unik satu sama lain. Setiap kali sebuah skill baru didapatkan, Anda dituntut untuk berpikir matang mana yang harus diprioritaskan, mana yang harus dikorbankan, dan seperti apa posisi sang karakter ketika digunakan saat bertarung nanti.

Game ini sepertinya menawarkan kesempatan terbuka bagi Anda untuk membangun karakter yang lebih berimbang alih-alih punya peran spesifik seperti gaya permainan kami. Fleksibilitas seperti ini tak pernah kami perkirakan sebelumnya dan tentu saja, jadi sesuatu yang kami sambut dengan baik.

Sistem Pertarungan

Salah satu yang ditawarkan oleh sistem pertarungan yang lain adalah serangan spesial yang bisa dipicu oleh masing-masing karakter ini dengan menggunakan bar khusus bernama SP.

Tiap serangan spesial biasanya dipicu dengan mengorbankan 1-2 bar SP, dengan kesempatan untuk menyimpan setidaknya hingga tiga bar ketika tidak digunakan. Tidak hanya dihadapkan pada animasi serangan yang memanjakan mata, tetapi ia dibalut dengan sedikit elemen strategi di dalamnya.

Tidak hanya karena efek tiap serangan yang berbeda, dimana ia punya peran spesifik seperti untuk damage, buff, ataupun healing, tetapi juga karena ia selalu akan memicu kelemahan musuh yang tentu berujung pada event Sessions yang lain. Untuk serangan yang berkelanjutan, Anda selalu bisa memanfaatkan SP ini untuk serangan spesial berujung damage.

Namun sayangnya, terlepas dari fakta bahwa ia memerankan peran yang penting dalam permainan, Sessions juga jadi sumber masalah bagi kami di Tokyo Mirage Sessions #FE ini. Karena entah untuk alasan apa, serangan ini sama sekali tak bisa Anda lewati begitu saja.

Setiap Sessions muncul, Anda harus menonton semua animasi serangan yang ada dari awal hingga akhir, berulang dan berulang, berulang dan berulang, berulang dan berulang, hingga akhirnya Anda muak.

Tidak ada cara untuk memotong animasi tersebut dan langsung berhadapan dengan damage akhir, tak ada kesempatan untuk menghentikannya juga di tengah ketika Anda tak ingin lagi Sessions itu berlanjut.

Ketika Anda tidak sengaja menyerang musuh terakhir di pertarungan dengan sisa HP tipis dengan kelemahan mereka, Sessions tetap akan terpicu dan terus menyerang musuh yang seharusnya sudah jadi mayat tersebut.

Pertarungan yang seharusnya bisa berakhir beberapa puluh detik jika ada kesempatan untuk melewati animasi Sessions ini bisa berakhir jauh lebih lama karena Anda dipaksa untuk menyaksikannya.

Anda akan berhadapan dengan beberapa konten yang sepertinya sudah bisa diprediksi sebelumnya. Desain level Idolasphere di sesi cerita yang ada akan menawarkan tak hanya visual spesifik yang berbeda satu sama lain, tetapi juga suntikkan puzzle dan beragam misi kecil yang harus diselesaikan untuk progress cerita. Misi sampingan dengan karakter-karakter NPC juga akan tersebar di sepanjang kota Tokyo dan menunggu untuk Anda selesaikan dengan reward tertentu. Sebuah konsep yang tak mengejutkan.

Membuka Latar Belakang Karakter

Selain misi utama dan misi sampingan yang Anda temukan di sudut-sudut kota, Itsuki juga punya kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan tim seperjuangannya. Begitu mencapai level tertentu, Anda akan menerima undangan via pesan tertulis bahwa side story untuk karakter-karakter ini terbuka.

Dari sekedar menikmati sebuah event, mencari item, hingga membunuh boss tertentu, misi sampingan karakter seperti ini akan membuka latar belakang lebih jelas soal si karakter, terkadang item kostum kosmetik untuk digunakan, hingga yang paling penting – serangan baru yang bisa digunakan di pertarungan.

Visual

Dari sisi visual, Tokyo Mirage Sessions #FE memang tak terlihat istimewa, keputusan Atlus untuk menyisipkan wilayah kota Tokyo yang jadi sumber budaya pop Jepang, memainkan warna-warna cerah, mendesain karakter dan pakaian mereka, meleburnya dengan musik keren dan FMV yang memanjakan mata benar-benar membuat presentasi game ini menawarkan atmosfer JRPG yang kuat.

FMV Memesona

FMV yang memanjakan mata adalah salah satu kekuatan utama Tokyo Mirage Sessions #FE. FMV yang memanjakan mata adalah salah satu kekuatan utama Tokyo Mirage Sessions #FE. Jika Anda merupakan salah satu gamer JRPG klasik, maka Anda mungkin seperti kami merindukan bagaimana FMV selalu berakhir jadi bagian yang tak terpisahkan dari genre ini di masa lalu.

Bahwa untuk membangun cerita yang lebih solid dan jelas, banyak developer yang menawarkan sebuah cut-scene hasil render 3D dengan kualitas visualisasi lebih baik daripada engine yang Anda dapatkan di dalam in-game itu sendiri.

Fakta bahwa konsep seperti ini masih ditawarkan oleh sebuah game JRPG “modern” dan tak sekedar berbentuk animasi dua dimensi saja entah mengapa, meninggalkan kesan yang kuat di benak kami. Bahkan, jadi salah satu alasan yang membuat kami jatuh hati dengannya.

Engine

Dari sisi in-game engine sendiri, Tokyo Mirage Sessions #FE bukanlah sebuah game buruk. Anda tentu tak bisa menuntut game JRPG dengan kualitas visual ala Final Fantasy XV atau Star Ocean dengan keterbatas performa yang dimiliki oleh Wii U. Namun satu yang pasti, pendekatan art visual yang ia ambil akan terasa familiar dengan Anda yang sempat mencicipi seri Persona sebelumnya.

Permainan warna-warna cerah, bagian kota yang jadi sumber budaya pop Jepang, hingga ragam kostum yang mencitrakan profesi sebagai seorang idol dipresentasikan dengan semaksimal mungkin di sini. Visual dengan cita rasa anime yang kental ala Persona jadi andalan.

Namun sulit untuk tidak mengakui bahwa FMV yang mereka tawarkanlah yang jadi salah satu alasan yang membuat kami mudah jatuh hati dengan Tokyo Mirage Sessions #FE ini.

Soundtrack

Komitmen untuk menjadikan Idol sebagai tema utama bukan sekedar direpresentasikan dengan visual, kostum, atau sekedar cerita. Kita semua tahu bahwa ada dua hal yang mendefinisikan Idol itu sendiri – karakter dan musik. Untungnya, seperti memahami dengan baik hal tersebut, Atlus berhasil mengeksekusi dua hal terpenting ini dengan sangat baik.

Dari sisi karakter, misalnya, Anda bertemu dengan pribadi-pribadi karakter yang mungkin terdengar dan terasa klise namun menangkap citra seorang Idol. Mereka terlihat polos, suci, begitu menghargai persahabatan, menjunjung tinggi kesetiaan dan kerja keras, hingga selalu menyemangati satu sama lain. Ini bukanlah sebuah game RPG dengan cerita serius yang penuh kematian brutal dan moral yang membingungkan.Sesuatu yang mungkin akan terasa familiar untuk Anda yang sering menonton anime atau membaca manga.

Namun satu elemen ekstra yang begitu memperkuat identitas Idol di dalam game ini adalah musik yang mereka tawarkan. Tak ada kata lain selain luar biasa. Hampir semua musik yang ia sertakan di dalamnya, dari sekedar OST yang mengalun di latar belakang ketika Anda berjalan-jalan mengelilingi kota Tokyo hingga yang muncul sebagai single yang dikeluarkan tiap karakter sebagai seorang Idol benar-benar berakhir fantastis.

Anda yang senang dengan musik-musik pop Jepang akan bisa menghargai dan bahkan mencintai lagu-lagu yang mereka tawarkan. Kerennya lagi? Tak sekedar memperkenalkannya begitu saja, Atlus juga menyisipkan sebuah FMV yang indah untuk tiap dari mereka, memperlihatkan aksi tiap karakter ini dalam perannya sebagai seorang Idol. Visualisasi indah, musik keren, dan koreografi yang juga tak kalah memesona membuat game ini terasa lebih istimewa.

Di beberapa titik permainan, bukan hanya untuk memperkuat cerita yang ada, FMV seperti ini juga tampil sebagai “Music Video” untuk beragam lagu yang baru yang keluar dari masing-masing karakter sebagai idol.

Menggabungkan efek dua dimensi dengan tiga dimensi dengan begitu mulus, diperkuat dengan permainan visual dan musik yang terasa begitu pas, setiap darinya terlihat begitu memesona. Namun di sisi lain, membuat kami menyayangkan bahwa bahwa game ini harus keluar “eksklusif” untuk Wii U.

Gamepad Wii U Milik Itsuki

Bagaimana dengan implementasi gamepad Wii U di game ini? Walaupun tak se-revolusioner game-game eksklusif Wii U yang lain, perangkat utama Wii U ini tetap bisa disebut digunakan secara maksimal.

Ia akan berperan sebagai ponsel milik Itsuki yang tak hanya memuat sekedar peta, tetapi juga halaman Contact untuk berinteraksi dengan karakter yang lain. Kerennya adalah bagaimana Atlus membangun ilusi bahwa perangkat ini memang ponsel yang Anda gunakan sehari-hari.

Ada banyak momen Anda akan menerima pesan dari karakter yang lain yang harus Anda baca di gamepad. Ilusinya muncul dari desain percakapan ponsel yang terasa sangat natural dan normal untuk kalangan anak muda. Emoticon muncul dimana-mana, selayaknya percakapan text Anda di kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Tokyo Mirage Sessions #FE adalah sebuah game JRPG yang pantas untuk mendapatkan acungan jempol, apalagi jika Anda termasuk gamer yang memang mencintai genre yang satu ini. Personanya bahkan akan jauh lebih maksimal jika Anda termasuk yang mencintai JRPG Atlus yang lain yaitu Persona. Visualisasi yang penuh warna dan kisah anak muda yang penuh energi dilebur bersama dengan sebuah game JRPG yang punya lapisan strategi yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Anda didorong untuk mengobservasi, belajar soal kelemahan musuh, dan kemudian mengadopsi strategi yang paling efektif dari sana. Satu hal yang mengejutkan dan tak pernah kami prediksi sebelumnya adalah fleksibilitas, dimana Anda punya kebebasan untuk membangun karakter yang Anda inginkan. Walaupun menuntut proses grinding di beberapa titik, waktu yang Anda korbankan akan terasa pantas.

Bagi kami, game ini sebenarnya tak punya kelemahan yang benar-benar fatal untuk membuatnya jadi JRPG yang tidak bisa dinikmati sama sekali. Walaupun demikian, bukan berarti ia sempurna. Sesi Sessions yang animasinya tak bisa Anda singkat atau berhentikan jadi satu catatan ekstra karena ia membuat pertarungan di dalam game ini terasa bertele-tele.

Catatan lain mengakar pada konsep RPG yang tak punya indikator picu yang lebih jelas, sehingga membuat beberapa pertarungan terasa seperti “arena judi” besar yang bisa berakhir di tangan sesuatu yang mungkin / tidak mungkin terjadi. Selain itu? Mungkin sisi cerita. Terlepas dari identitas Fire Emblem X SMT yang ia usung, kami tak pernah memprediksi bahwa ia akan berjalan sesederhana ini.

Namun terlepas dari semua keluhan tersebut, Tokyo Mirage Sessions #FE tetaplah sebuah game JRPG yang pantas untuk dijajal, terutama jika Anda termasuk gamer yang senang dengan Persona. Tak berlebihan untuk menyebutnya sebagai “Persona 4.5” karena beberapa konsep yang familiar tetapi juga inovatif di saat yang sama.

Kelebihan

  • FMV yang keren
  • OST yang memanjakan telinga
  • Sistem battle yang butuh strategi
  • Tema Idol yang unik
  • Pilihan tepat untuk menggunakan dub Jepang

Kekurangan

  • Cerita Klise
  • Sesi Sessions yang bertele-tele
  • Cocok untuk gamer: pencinta JRPG, penggemar seri Persona dari Atlus
  • Tidak cocok untuk gamer: yang tak senang dengan konsep RPG turn-based, tak terlalu suka dengan budaya pop Jepang

Please rate this

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here