Review Uncharted 4: A Thief’s End

0
98
No ratings yet.
Jagoangame.com – Setelah sukses dengan The Last of Us, Naughty Dog kembali membuat sebuah bab akhir yang luar biasa untuk petualangan Nathan Drake sang pemburu harta yaitu Uncharted 4: A Thief’s End. Naughty Dog, mendengar nama developer yang satu ini saja sudah cukup untuk membuat banyak gamer di seluruh dunia tertarik dan penasaran.

Mungkin dulu anda mengenalnya dari memori masa lampau, ketika nama ini berdiri di belakang salah satu game action platformer terbaik yang juga berakhir jadi maskot Playstation – Crash Bandicoot. Sementara bagi mereka yang cukup mengikuti sepak terjangnya, Naughty Dog adalah satu dari sedikit developer yang mampu memastikan namanya berasosiasi kuat dengan kata “kualitas”.

Hampir semua proyek yang mereka tangani berakhir menjadi sebuah game dengan daya pikat yang kuat, terutama dari sisi cerita dan kualitas visualisasi yang ada. Lihat saja kesuksesan yang berhasil mereka raih dengan The Last of Us yang berhasil menyabet banyak penghargaan tiga tahun yang lalu. Dan kini, mereka kembali dengan Uncharted 4: A Thief’s End.

Masih sama seperti seri Uncharted sebelumnya, Uncharted 4: A Thief’s End tetap membawakan gameplay action-third-person shooter yang dipenuhi aksi tembak-menembak seru dan dinamis. Namun, beberapa hal baru bisa kamu temukan dalam seri terbarunya ini.

Senjata terasa lebih nyata dan kamu tidak bisa seenaknya menembak dengan harapan setiap peluru akan mengenai target. Tempat berlindung juga kini juga bisa hancur karena serangan dari lawan. Dengan demikian, kamu dituntut untuk terus bergerak kalau kamu tidak mau mati.

Jagoan Game sendiri tak segan menyebutnya sebagai salah satu game Playstation 4 “tercantik” yang pernah kami temui setelah The Order 1886. Naughty Dog terlihat berhasil mengoptimalkan performa Playstation 4 yang memang tak sepadan dengan perkembangan cepat teknologi komputer saat ini untuk menghasilkan sebuah game dengan kualitas visual yang menawan. Detail tampil begitu luar biasa dari wajah karakter, lingkungan, hingga sekedar efek tata cahaya menemaninya. Kerennya lagi? Tak hanya itu saja yang jadi daya tariknya. Kekuatan Naughty Dog untuk meracik sebuah kisah yang emosional dan terasa personal di saat yang sama, lengkap dengan padanan gameplay yang seru juga terlihat di seri yang satu ini. Satu yang pasti, sama sekali tak ada kekecewaan di sini. Kami tak ragu menyebutnya sebagai sebuah game yang mampu membayar manis semua hype yang terbangun selama ini, apalagi mengingat ia sempat mengalami proses penundaan selama beberapa kali.

Uncharted 4: A Thief’s End menawarkan sensasi game action yang lebih lugas dan tanpa embel-embel elemen RPG yang saat ini sepertinya sudah jadi norma standar untuk genre yang satu ini. Progress karakter justru muncul dari sisi cerita dan bukan gameplay. Anda mungkin merasa bahwa pendekatan seperti ini terasa kuno dan tak lagi relevan dengan cara kerja industri game saat ini, namun tidak di Uncharted 4. Porsi aksi, eksplorasi via platforming, dan puzzle yang cukup berimbang, apalagi dengan cerita dan interaksi karakter yang memenuhi di setiap jedanya membuat pengalaman yang ia tawarkan tak berakhir monoton ataupun repetitif. Anda akan menikmati setiap detiknya. Walaupun harus diakui, di beberapa chapter, kami merasa ada sesi yang terlalu panjang dan dibuat-buat. Satu-satunya kelemahan yang kami temukan di game yang satu ini.

Apa yang membuat Uncharted 4: A Thief’s End ini begitu memukau? Apa yang membuat jagoan game menyebut game ini sebagai sebuah penutup yang manis? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk kamu.

Nathan Drake kembali menjadi sorotan utama dalam seri Uncharted 4: A Thief’s End. Nathan Drake adalah bagian yang tak terpisahkan dari industri game. Ia sudah tumbuh dari sekedar sebuah karakter protagonis untuk sebuah game action belaka menjadi ikon untuk tak hanya Sony dan produk Playstation mereka, tetapi juga industri game itu sendiri. Seorang penjelajah yang mengisi kekosongan genre dan tema yang dulu hanya ditawarkan oleh Tomb Raider, kemudian meramunya menjadi sesuatu yang berbeda. Setiap seri yang dilemparkan oleh Naughty Dog tak pernah sekedar soal Nathan Drake dan petualangan barunya dengan ekstra kota tersembunyi yang terdengar klise. Setiap seri berubah menjadi bukti dari pertumbuhan dua hal: Naughty Dog sebagai developer dan Nathan Drake sebagai karakter. Dan kini di seri keempatnya, semuanya harus berakhir.

Maka nama “Thief’s End” itu mengundang banyak tanda tanya karena Naughty Dog terus menegaskan bahwa seri keempat ini memang akan menjadi akhir dari segalanya, akhir dari Nathan Drake dan Uncharted yang selama ini kita kenal. Ada ketakutan bahwa Naughty Dog tak akan mampu mengakhiri perjalanan ini dengan pantas dan seharusnya, sesuatu yang tampaknya tumbuh jadi hak untuk sosok Nathan Drake itu sendiri. Namun untungnya, keraguan itu tinggal keraguan belaka. Karena tak hanya sekedar visual, gameplay, dan ragam inovasi yang berusaha mereka suntikkan di sana, ia juga hadir dengan fokus cerita yang mengagumkan. Sebuah jalinan cerita yang membuat seri ini berakhir jadi seri yang terasa paling personal dan emosional bagi kami sendiri. Dan kami tak bisa lagi meminta lebih.

Game Play



Diceritakan bahwa Nathan telah memutuskan untuk menjauh dari dunia perburuan harta karun yang selama ini menjadi tujuan hidupnya dan mengambil jalur aman dengan hidup normal.

Tetapi begitu Sam, kakak Nathan yang dianggap telah mati selama ini, muncul di hadapannya untuk meminta tolong berburu harta, maka semangat Nathan untuk bertualang kembali berkobar. Tidak perlu lama hingga keduanya terlibat dalam petualangan epik yang selalu diselingi pertikaian dengan pemburu harta lain.

Rasa haus untuk terus mencari beragam artifak masa lampau dan membuka rahasia kota-kota tersembunyi yang bahkan tak bisa ditemukan oleh para penjelajah ternama di masa lalu, Nathan Drake akhirnya harus menerima sebuah fakta pahit. Bahwa pada akhirnya, semua ini harus berakhir. Apalagi petualangan terakhirnya sempat hampir membuat hubungannya dengan Elena berakhir untuk sesuatu yang tak seberapa berharga. Nathan Drake pun memulai hidupnya sebagai pria paruh baya dengan pekerjaan yang normal. Tak ada lagi petualangan, tak ada lagi mimpi untuk penemuan sejarah terbesar, hanya keinginan untuk menikmati hidup sebagaimana orang lain menjalani hidup mereka.

Tetapi semuanya berubah seketika ketika saudara laki-laki yang selama ini ia asumsikan sudah tewas – Sam Drake tiba-tiba muncul di depan pintu. Berbagi beberapa momen yang saling terlewatkan, Sam meminta bantuan Nathan untuk mencari Libertalia – sebuah kota utopia yang diyakini dibangun oleh para perompak terbaik dan terkaya di masa lalu sebagai “surga” pelarian mereka. Libertalia diyakini menjadi gudang penyimpanan semua varian harta karun yang sempat dikumpulkan perompak-perompak ini. Bukan hanya soal kekayaan dan kejayaan, misi ini menjadi penting bagi Sam karena ini akan berhubungan erat dengan kelangsungan hidupnya sendiri.

Nathan yang sudah lama merindukan sosok sang kakak pun tak punya banyak alternatif. Berusaha untuk tak menghancurkan kembali hubungannya dengan Elena, ia kembali “menjelajahi” hidup masa lalunya dengan Sully yang tetap setia menemani. Usaha untuk mencari Libertalia dimulai pelan tapi pasti dengan clue yang muncul dari beragam belahan dunia yang ada. Namun tentu saja, semua proses ini tak akan mudah. Salah satu kolektor eksentrik yang sempat menjadi teman mereka di masa lalu – Rafe juga berambisi mengejar harta karun yang sama. Namun tak seperti trio Nathan – Sam – Sully, Rafe diperkuat pasukan bayaran bernama Shoreline yang dipimpin oleh seorang prajurit wanita kuat – Nadine Ross.

Satu hal mencolok yang bisa dilihat dalam Uncharted 4: A Thief’s End dibanding seri sebelumnya adalah kedalaman dan cara penyampaian cerita yang dihadirkannya. Bila dalam seri Uncharted sebelumnya aksi akan terus berdatangan tanpa henti, maka Uncharted 4: A Thief’s End dibuat menjadi sebuah game dengan pacing cerita yang bisa dinikmati dengan sangat nyaman.

Kamu tidak hanya akan dibawa ke dalam serunya petualangan mencari harta karun dari Henry Avery, seorang bajak laut legendaris, tapi kamu juga akan dibawa melihat apa yang membuat Nathan Drake mengambil jalan hidup sebagai seorang “pencuri”.

Dibanding seri sebelumnya yang lebih berfokus pada laga flamboyan, kamu diajak untuk sedikit lebih dalam mengenal para karakternya. Saya rasa hal ini adalah sebuah perubahan yang terasa cukup segar di dalam genre action shooter.

Cutscene yang dihadirkan juga digarap dengan sangat apik. Setiap adegan dibuat dengan presentasi layaknya sebuah film berdana besar berkat pencahayaan dan pilihan sudut kamera yang tepat. Banyak adegan akan membuatmu menahan nafas karena setiap aksi yang dilakukan Nathan selalu diselingi dengan bahaya.

Kualitas pemeranan yang ditampilkan para pengisi suara juga terdengar sangat luar biasa. Kamu akan menjadi peduli dengan setiap karakter yang muncul dalam game ini dan saya rasa itu adalah pertanda sebuah karya seni yang diarahkan dengan sangat baik.

Interaksi antar karakter terasa sangat hidup berkat dialog yang beragam. Percakapan bisa terjadi dalam kondisi yang berbeda-beda. Sebagai contoh, ketika Nathan, Sam, dan Sully tengah menjelajahi padang menggunakan jip, obrolan dan reaksi mereka akan berbeda-beda tergantung jalan mana yang kamu tempuh.

Untuk sebuah game action, cara penyampaian cerita dalam Uncharted 4: A Thief’s End terasa lebih menggugah untuk diikuti dibanding sebuah RPG open world raksasa. Ditambah dialog dan ad-lib yang menarik, serta penampilan para pengisi suara yang berkualitas membuat pengalaman dalam Uncharted 4: A Thief’s End terasa sangat hidup.

tetap hadirnya elemen yang membuat seri Uncharted berbeda dengan game-game action kebanyakan, puzzle. Dengan masih mengandalkan journal tulisan Drake sebagai clue, Anda akan didorong untuk memutar otak dan menyelesaikan ragam masalah yang tak sulit untuk ditangani dengan sedikit logika ini. Mencocokkan gambar, mencari hubungan, memutar simbol, ia akan menghadirkan tantangan yang tak akan sampai membuat Anda frustrasi. Bagaimana jika otak Anda menolak untuk bekerjasama dan progress permainan Anda terhenti? Seiring dengan waktu Anda “terjebak”, clue yang diberikan oleh teman AI Anda akan semakin jelas dan akhirnya, berujung pada kunci jawaban yang eksplisit. Anda tak akan sampai harus menyerah untuk urusan ini saja.

Stealth kini terasa jauh lebih baik dibanding seri sebelumnya karena ada indikator sebelum kamu benar-benar ketahuan oleh musuh. Kamu bisa pilih cara mengendap-endap untuk menandai musuh kemudian menghabisi mereka satu per satu. Tapi kalau kamu tidak sabar dengan cara seperti itu, maka membabi buta juga bukan pilihan yang salah.

Kalau kamu mau, di beberapa bagian permainan kamu bisa melewati satu pertempuran tanpa harus membunuh sama sekali. Hal yang sama juga pernah diimplementasikan oleh Naughty Dog dalam The Last of Us, dan saya rasa ini merupakan fitur yang harus dicontoh banyak game di zaman sekarang.

Desain level yang disediakan juga memungkinkan untuk tiba di titik tertentu menggunakan berbagai macam cara. Selain memberikan pilihan yang lebih luas, hal ini juga membantu kamu merasa tidak bosan ketika mengulang permainan untuk kedua kalinya.

Teka-teki yang menjadi salah satu daya tarik seri Uncharted juga masih kembali hadir dalam seri terbarunya. Teka-teki yang dihadirkan memang tidak seheboh dengan apa yang ada dalam sebuah game escape room, namun teka-teki tersebut masih cukup menarik untuk diselesaikan.

Uncharted 4: A Thief’s End mungkin adalah salah satu game yang membuatmu menghabiskan waktu hanya untuk berkeliling menikmati detail dunia yang disuguhkan. Detail yang dihadirkan dalam game ini benar-benar membelalakkan mata.

Setiap ujung dari sebuah lokasi yang Nathan dan teman-temannya kunjungi terasa dibuat dengan penuh perhatian. Baik itu penataan letak perabotan di sebuah rumah atau susunan reruntuhan di pulau terpencil benar-benar membuat matamu melirik untuk memeriksanya.

Belum lagi, ada cukup banyak objek dalam game yang bisa kamu periksa. Meski tidak semuanya memberikan arti apapun dalam permainan, namun adanya objek-objek tersebut seakan membuat dunia dalam Uncharted 4: A Thief’s End tampak hidup.

Mode Multiplayer

Ada berbagai mode game yang nantinya bisa kamu coba dalam multiplayer, dan kamu dijamin tidak akan cepat bosan. Ini karena adanya sistem progres karakter untuk membuka berbagai persenjataan dan kustomisasi karakter.

Mode multiplayer yang ditambahkan dalam Uncharted 4: A Thief’s End memberikan nilai tambahan yang mampu memperpanjang waktu permainanmu. Porsi aksi yang dihadirkan dalam mode single player kini bisa kamu nikmati bersama teman-teman dalam tampilan 60 fps.

Tak seperti mode single player yang berjalan di 30fps, Naughty Dog memastikan mode multiplayer ini bisa berjalan di 60fps yang tentu saja membuat pengalaman bermain kompetitif yang jauh lebih nyaman. Pandangan kami soal mode ini? Ia memang fun dan cukup menangkap esensi apa yang Anda sukai dari Uncharted 4. Tapi esensial? Tidak. Uncharted 4: A Thief’s End tetaplah sebuah game yang lebih menitikberatkkan pada mode single player dengan jalinan cerita yang ada.

Kamu akan diberi kesempatan untuk memodifikasi Loadout yang ada. Di sistem ini, Anda bisa memilih untuk menggunakan varian item dan equipment untuk satu senjata utama (Rifle / SMG), satu senjata kedua (handgun), equipment tambahan (seperti Mines / Grenade / Medkit) berbasis jumlah LP yang terbatas. Setiap equipment atau senjata yang Anda gunakan akan memotong jumlah LP dalam porsi tertentu. Jika masih tersisa, Anda bisa menyematkan lebih banyak hal, dari AI pendukung, Mystical yang bisa memberikan kekuatan supranatural pada karakter yang ada, hingga beragam perk yang bisa memberikan buff tertentu. Sisanya? Anda tinggal bersenang-senang.

Selama permainan, setiap aksi Anda akan berkontribusi untuk menambah sejumlah mata uang in-game yang bisa Anda gunakan untuk beragam aksi. Uang ini bisa digunakan untuk memperkuat equipment yang Anda bawa ke dalam pertempuran, “membeli” sebuah senjata berat yang lebih mematikan, atau memanggil Sidekicks – karakter berbasis AI yang punya peran dan tugasnya masing-masing bergantung pada loadout seperti apa yang Anda bawa. Sisanya? Mengumpulkan mata uang lain bernama Relic lewat kemenangan atau objektif tambahan untuk membeli beragam item kosmetik, dari karakter, model pakaian, model senjata, hingga beragam taunt kocak yang bisa Anda gunakan di dalam pertempuran.

Kamu bisa mengubah jenis perlengkapan yang kamu bawa dalam pertempuran, mengubah pakaian yang dikenakan karakter pilihanmu, hingga memilih jenis ejekan yang dijamin bisa bikin kamu ketawa-ketiwi sendiri.

Jika harus dijelaskan dengan sederhana, permainan dalam mode multiplayer terasa seperti gabungan gameplay dalam mode multiplayer di seri Uncharted sebelumnya dengan The Last of Us. Karakter yang terkena serangan tidak akan langsung mati, tapi bisa disembuhkan oleh pemain lain.

Ada juga sistem store ketika pertarungan berlangsung yang berfungsi untuk memperkuat perlengkapan yang kamu gunakan, atau untuk menyewa sidekick. Semua itu dibalut dengan gameplay third-person shooter dinamis ala Uncharted yang sangat memompa adrenalin.

Salah satu hal yang cukup mengejutkan dari Uncharted 4: A Thief’s End adalah begitu banyaknya easter egg super keren yang ia tawarkan, bahkan dalam porsi yang membuat kami terkejut. Di salah satu titik permainan, Anda akan memainkan Nathan Drake yang tengah sibuk mempelajari pekerjaan barunya di loteng rumah yang sepertinya dibangun dan didedikasikan untuk semua pencapaian yang sudah berhasil ia lakukan selama tiga terakhir.

Kamu bisa merasakan kesan kuat bahwa kamu memang tengah berhadapan dengan seorang Nathan Drake yang memang sudah memutuskan diri untuk “gantung sepatu” dan tak lagi ingin terlibat kegilaan yang sama, namun di sisi lain, tetapi sulit untuk melupakannya begitu saja. Perjalanan Anda selama tiga seri dirangkum dan disederhanakan dalam ruangan kecil ini lewat artifak-artifak yang berhasil Anda kumpulkan dan catatan journal yang sempat terukir selama proses mencarinya. Kamu juga bisa merasakan keinginan Drake untuk mengangkat senjata lewat sebuah sesi tembak dengan senjata mainan yang ringan dan fun. Dan ini hanyalah awal dari easter egg keren lainnya yang ia tawarkan.

Naughty Dog seolah memanfaatkan momen Uncharted 4 ini untuk melihat kembali masa lalu karir mereka dan titik awal yang membuat mereka tampil sebagai developer sesukses saat ini. Kami sendiri cukup terkejut karena easter egg ini bukan sekedar layar pasif yang memuat nama Crash Bandicoot di dalamnya seperti kebanyakan game-game menangani easter egg mereka. Anda bertemu dengan sebuah game Crash Bandicoot yang benar-benar bisa dimainkan dengan D-Pad, lengkap dengan sistem score di dalamnya. Kerennya, Naughty Dog juga berhasil mengintegrasikannya dengan sempurna untuk memperkuat cerita yang ada. Gamer mana yang tak akan tersenyum melihat hubungan Nathan dan Elena yang begitu hangat ketika trashtalking antara keduanya memanas lewat game Playstation pertama yang satu ini.

Dengan menggunakan poin yang terkumpul di sepanjang permainan, kamu bisa membuka banyak hal mengagumkan dari sesi “Bonus” yang kini bahkan memungkinkan kamu untuk mengubah mode Render dan pakaian karakter apa yang digunakan di sepanjang permainan.

Percaya atau tidak, Render Mode ini bisa membuat Uncharted 4 terasa dan terlihat seperti sebuah game yang berbeda. Kamu bisa mengubahnya menjadi sebuah game cell-shading seperti halnya Borderlands 2, atau yang lebih gila, menyematkan efek ASCII seperti yang dilihat Neo di film-film Matrix. Sebagai gamer yang terkena spoiler sama sekali sejak awal rilis game ini, ini jadi fitur super keren yang berhasil membuat kami takjub.

Detail setiap model, tampilan dunia, animasi cutscene, hingga animasi wajah mampu terlihat sangat hidup. Efek ledakan dan asap digambarkan dengan sangat baik dan membuat permainan semakin mencengangkan. Hal yang sama juga diperlihatkan di berbagai aspek teknis lain seperti resolusi tekstur model, pencahayaan realistis, hingga user interface yang minimalis namun efektif.

Musik ketika pertempuran berlangsung dipenuhi suara perkusi bergaya tribal yang rasanya membuat segala sesuatu menjadi penuh petualangan. Di lain hal, efek suara tembakan, ledakan, atau sebatas melangkah kaki di atas lumpur membuatmu lebih tenggelam dalam dunia Uncharted 4: A Thief’s End.

Ciri khas gameplay platformer yang digabung dengan shooter juga masih bisa ditemukan dalam Uncharted 4: A Thief’s End. Kamu bisa bergelantung di tepi tebing, berayun di sebuah tiang, atau meluncur di sebuah turunan terjal sambil tetap bisa menembaki musuh. Bahkan, ketika kamu tengah melompat dari satu kendaraan ke kendaraan yang lain pun, kamu masih bisa menyerang.

Fitur baru penggunaan tali berkait juga menambah akses untuk melakukan serangan di udara. Kamu bisa menembak sambil berayun atau bahkan berayun ke arah musuh untuk menghajarnya. Dengan kata lain, dalam Uncharted 4: A Thief’s End kamu bisa memanfaatkan platform di sekitarmu dengan semaksimal mungkin.

Fitur lain yang ditawarkan adalah Photo Mode yang seperti game-game lainnya, memang didesain untuk Anda yang ingin menangkap keindahan Uncharted 4 dalam sudut pandang yang lebih baik. Ada beragam efek ditawarkan untuk menghasilkan gambar yang lebih dramatis. Namun sayangnya, tak sesempurna apa yang sempat diimplementasikan Avalanche di Mad Max, Anda hanya bisa mengatur kamera dengan Nathan sebagai pusat orbit. Anda tak punya kesempatan untuk untuk mengatur kamera sebebas yang Anda inginkan. Berita baiknya untuk Anda yang menangkap pemandangan alamnya? Mereka menyediakan opsi untuk menghapus model karakter sama sekali dari layar.

Please rate this

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here